AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi merupakan sebuah getaran yang berasal dan bersumber dari dalam bumi, lalu merambat ke permukaan akibat rekahan bumi yang pecah dan bergeser dengan keras.
Ada beberapa penyebab yang menjadi faktor utama terjadinya gempa bumi, mulai dari tektonik, aktivitas gunung api, jatuhnya meteor, dan masih banyak lagi.
Secara geologis, kepulauan Indonesia berada pada jalur penujaman lempeng bumi, yaitu lempeng Samudera Indo-Australia dengan Lempeng Benua Eurasia.
Faktanya, jalur penujaman lempeng bumi yang ada di wilayah Indonesia merupakan penyebab dari gempa tektonik yang sering terjadi di wilayah nusantara.
Sebagian jalur gempa yang berada di wilayah lautan membuat Indonesia berpotensi untuk dilanda bencana gelombang tsunami.
Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi mengenai fakta-fakta tentang gempa bumi dan tsunami yang harus diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Wow! BMKG Temukan 13 Zona Gempa Megathrust yang Berpotensi Tsunami 34 Meter, Mana Saja?
Dikutip dari Artikel Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung, LIPI, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kebencanaan gempa bumi dan tsunami adalah sebagai berikut :
1. Gempa-gempa kecil tidak selalu berarti merupakan pendahuluan dari sebuah gempa besar.
2. Gempa terbesar terjadi di Chili pada 22 Mei 1960 dengan kekuatan 9,5 skala Richter. Gelombang seismicnya menguncang seluruh bumi selama berhari-hari, fenomena ini yang di sebut dengan earth free oscillation.
Baca Juga: Gaduh Potensi Gempa Bumi M 7.0 di Wilayah IKN, Begini Penjelasan Ahli
3.Tahun 1855, patahan pertama kali dikenal sebagai sumber gempa.
4. Hypocenter gempa adalah lokasi dibawah permukaan bumi dimana patahan mulai retak.
5. Epicenter gempa adalah lokasi tepat diatas hypocenter dipermukaan Bumi.
6. Diperkirakan setiap tahun 500.000 gempa terdeteksi di dunia. Sebanyak 100.000 diantaranya dapat dirasakan, dan 100 diantaranya menyebabkan kerusakan.
7. Intensitas gempa diukur berdasarkan getaran yang dihasilkan gempa. Angkanya bervariasi di tiap lokasi yang terkena efek gempa.
8. Tidak ada gempa akibat cuaca.
Baca Juga: Waspada! Sesar Garsela Aktif, Sepak Terjangnya Tercatat Picu Gempa Merusak
9. Kebanyakan gempa terjadi di kedalaman kurang dari 80 km di bawah permukaan Bumi.
10. Gempa paling awal yang tercatat secara lengkap adalah gempa di Shandong, Cina pada 1831 SM. Catatan seadanya dimulai pada 780 SM pada masa pemerintahan Zhou Dynasty di Cina.
11. Tahun 1760 Insinyur Inggris John Michell mencatat gempa disebabkan oleh pergeseran massa batuan di bawah permukaan.
Baca Juga: Telah Terjadi Gempa Bumi yang Meratakan Wilayah Bengkulu dan Maluku, Benarkah?
12. Kebanyakan gelombang gempa memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz. Jadi suara gemuruh yang didengar manusia adalah suara bendabenda yang terguncang.
Itulah informasi yang dapat kami sampaikan berkaitan dengan gempa bumi dan tsunami yang diharapkan dapat bermanfaat bagi para pembacanya.***

Share this article
Berikut ini adalah 12 hal yang harus diketahui tentang gempa bumi dan tsunami, ternyata tidak ada gempa yang diakibatkan karena cuaca.