AYOJAKARTA.COM - Buku hitam yang selalu dibawa oleh Ferdy Sambo, diduga kuat berisikan catatan-catatan penting yang dapat mempengaruhi hakim dalam persidangan kasusnya.
Menurut Ketua Harian Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional) Benny Mamoto dikutip oleh Ayojakarta.com dari YouTube MetroTV, banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang tersangka dalam upaya meringankan hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
Begitupun dengan Ferdy Sambo, seorang polisi dengan pangkat Bintang Dua tentunya banyak hal yang bisa saja ia lakukan untuk meringankan hukumannya atas kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
"Banyak kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang melibatkan aparat Penegak Hukum karena pemberian suap dan sebagainya, dalam konteks ini sebagaimana disampaikan oleh Pak Mahfud, adanya seorang bintang satu yang melakukan gerilya dan sebagainya, ini adalah warning, karena beliau punya informasi cukup banyak dan akurat," ungkap Benny Mamoto
"Warning bagi seluruh jajaran yang sedang menangani agar hati-hati dan waspada, upaya ini tidak akan berhenti, satu jurus dilakukan tidak berhasil dia akan pakai jurus yang lain, itulah warning yang disampaikan dalam rangka mencegah jangan ada korban baru lagi, nanti dari aparat penegak hukum yang terjerat kasus hukum karena melakukan penyalahgunaan wewenang dan sebagainya," sambungnya.
Selain itu, menurut Soleman B. Ponto Pengamat Intelejen/Mantan KABAIS, menuturkan bahasanya hal itu wajar saja dilakukan, begitupun jika dilakukan oleh Ferdy Sambo.
"Itu ya wajar-wajar saja, karena ada atau tanpa disampaikan pun gerakan seperti itu wajar kalau ada, untuk meringankan pakai lawyer, kalau dibilang tidak ada tidak mungkin," jelas Soleman B.Ponto.
Proses atau langkah yang diambil dalam upaya meringankan hukuman dapat melalui berbagai cara, seperti yang dijelaskan oleh berikut menurut Benny Mamoto.
"Belajar dari modus-modus yang selama ini terungkap, entah itu OTT KPK, entah itu dari Kejaksaan Agung, entah itu dari Polri yang melakukan penindakan terhadap aparat Penegak Hukum di sana bisa dibaca, polanya ada yang karena kekuatan uang, kekuatan pengaruh, ada posisi tawar dan sebagainya, atau ada modus lain yang diciptakan," Benny Mamoto.
Pledoi sudah dilaksanakan, tinggal menunggu replik, duplik dan vonis, pengawasan perlu ditingkatkan terhadap Hakim, yang tentunya mendapatkan tekanan-tekanan dari luar yang mungkin merupakan upaya untuk meringankan atau membebaskan Ferdy Sambo.
"Semua pihak yang mempunyai hubungan dengan persidangan ini, perlu diamati betul-betul, bila perlu isolasi supaya tidak ada hubungan dengan dunia luar, untuk memperkecil prasangka-prasangka buruk," tutur Solaeman B.Ponto.
Terkait Ferdy Sambo yang tentunya mempunyai banyak relasi, banyak yang mungkin berhutang kepada dirinya, bisa saja tercatat dalam buku hitam yang selalu dibawanya, wajar saja jika hal ini bisa menimbulkan keyakinan bahwa hukumannya bisa diringankan, namun menurut Solman B.Ponto mungkin terdakwa tidak meyakini hal itu.
"Saya kira, beliau (Ferdy Sambo) tidak meyakini itu tapi beliau akan berupaya, orang-orang yang dulu pernah beliau bantu itu pasti akan dihubungi, orang orang dahulu yang pernah beliau bantu, itu pasti akan ada, ah dulu saya pernah dibantu, dan itu adalah hal yang wajar," ungkap Soleman B. Ponto.
"Orang setingkat Pak Sambo ini kan banyak dukungan relasi, tapi banyak musuhnya juga, sehingga, ini bukan hanya meringankan hukuman untuk Sambo, tapi juga untuk memberatkan," sambungnya.
Menurut Komnaspol Komisi Yudisial akan memantau jalannya persidangan kasus ini, dan terkait isi dari buku hitam milik Ferdy Sambo itu tidak terlalu penting.
"Komisi Yudisial juga melakukan pemantauan dalam pelaksanaan sidang ini, Komisi Yudisial turun mengawal jalannya sidang, disinggung masalah buku hitam, isinya itu gak begitu penting, karena beresiko, pasti disimpan ditempat lain, diamankan lah," ujar Benny Mamoto.
"Proses persidangan yang transparan yang disaksikan oleh masyarakat secara live itu juga akan lebih memperkuat pengawasan dari publik dan tentunya akan menjadi kehati-hatian yang ekstra dari jajaran Penegak Hukum yang sedang melaksanakan tugas," jelas Benny Mamoto.***

Share this article
Soal buku catatan hitam yang selalu dibawa oleh Ferdy Sambo di persidangn kasus Brigadir J, Benny Momoto Ketua Harian Kompolnas : waspada...