AYOJAKARTA.COM - Aiman Witjaksono kembali mengungkap sejumlah uang yang disetor konsorsium judi online ke oknum polisi.
Saat membahas soal uang konsorsium 303 ini, Aiman Witjaksono juga bertemu Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW).
Diketahui sebelumnya, konsorsium 303 disebut-sebut merupakan kelompok Kekaisaran Ferdy Sambo di internal kepolisian yang membekingi berbagai bisnis ilegal, salah satunya perjudian.
Selain nama Ferdy Sambo, nama petinggi Polri lain juga disebut-sebut terlibat dalam jaringan konsorsium ini.
Baca Juga: Terkuak! Ternyata Depresi Putri Candrawathi Bukan Karena Diperkosa, Melainkan Karena Hal Ini..
Adapun kasus bisnis judi online konsorsium 303 sempat terendus saat Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Yosua.
Aiman Witjaksono mengatakan bahwa ia mendapatkan sumber informasi soal konsorsium 303 tersebut dari narasumber yang merupakan pihak internal kepolisian.
Ia mendapat laporan bahwa ada oknum-oknum polisi yang diduga menerima dana dari bisnis judi online tersebut.
Para anggota polisi tersebut ada yang masih aktif bertugas, ada yang memiliki pangkat perwira menengah, tinggi bahkan perwira pertama.
Baca Juga: Geger! KPK Mulai Curigai Ferdy Sambo, Harta Kekayaannya Dianggap Tidak Wajar
Terkait nilai transaksi bisnis judi online itu, Aiman Witjaksono menyebut nilainya mencapai Rp 155 triliun per tahun.
Data tersebut Aiman dapatkan dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang diungkapnya merupakan bukti valid.
"Nilai transaksinya Rp 155 triliun dalam setahun, artinya apa? Mereka punya data bahkan detail lembaga intelijen keuangan negeri ini," katanya dikutip ayojakarta.com dari Instagram @aimanwitjaksono, Senin (19/12/2022).
"Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bilang 151 triliun perputaran judi online saja, tidak termasuk dengan judi offline dalam setahun. Lembaga Intelijen Keuangan Negeri ini dan valid datanya pasti harus kita percaya," ungkap Aiman.
Sebelumnya, istilah Konsorsium 303 ada keterlibatannya dengan Ferdy Sambo.
"Mainnya mau tahu berapa orang-orang di Indonesia 10-20 ribu main sehari," jelas Aiman.
Sementara itu Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso memastikan data tersebut benar adanya dan bukan hoaks.
"Data ini bukan hoaks, saya mau sampaikan dulu bukan hoaks", kata Sugeng kepada Aiman.
Tak hanya itu, dalam keterangan data tersebut ada kata cerutu cokelat yang bisa diartikan sebagai oknum polisi.***

Share this article
Aiman Witjaksono mengungkap bukti adanya konsorsium 303 yang sempat menyeret nama Ferdy Sambo, ternyata bukan hoaks.