AYOJAKARTA.COM - Isu akan adanya sebuah gempa besar yang mengguncang wilayah selatan Jawa bukan hanya isapan jempol semata.
Informasi kebenaran berita tersebut telah banyak dibuktikan para ahli di bidang ilmu kegempaan.
Publik pun dibuat semakin was-was dengan adanya berita yang menerangkan bahwa penyebab terjadi gempa bukan hanya karena pergerakan lempeng yang berada di laut Jawa selatan.
Baca Juga: Sesar Baribis Aktif, Waspadai Potensi Gempa Besar dan Simak Penjelasan Ahli di Sini!
Namun bisa juga disebabkan oleh patahan atau yang sering disebut dengan sesar.
Dalam sebuah video yang dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Geography Channel terdapat enam sesar aktif di Pulau Jawa, salah satunya adalah Sesar Baribis.
Sesar Baribis merupakan sesar yang terletak berjarak 25 km di Selatan Jakarta.
Para ahli di bidang ilmu kegempaan pernah melakukan sebuah penelitian mengenai keaktifan Sesar Baribis ini.
Penelitian itu dipublikasi melalui sebuah jurnal ilmiah mengenai geologi yang diterbitkan oleh Universitas Padjadjaran atau Unpad.
Jurnal tersebut berjudul Analisis Kerentanan Gempa pada Jalur Sesar Baribis menggunakan Metode Microearthquake (MEQ) ini diterbitkan pada tahun 2020.
Berdasarkan jurnal tersebut Sesar Baribis terpantau aktif.
Hal ini didasarkan pada seismometer atau alat yang digunakan untuk mendeteksi gempa bumi, selama 60 hari terjadi 46 gempa dari skala 0,1 Mw (ukuran dari besaran gempa bumi) hingga 3,2 Mw.
Kedalaman gempa terdangkal terjadi pada jarak 1 km hingga yang terdalam 85 km, namun sumber gempa dominan terjadi pada kedalaman 50 km.
Sebuah penelitian ilmiah yang berkaitan dengan gempa besar yang akan terjadi di Jakarta - Bogor ditulis oleh guru besar Fakultas Pertambangan dan Perminyakan ITB Sri Widiyantoro dan Team dan diunggah melalui YouTube Channel Harian Kompas (25/11/2022).
Penelitian ini menyebutkan bahwa pada saat ini Sesar Baribis terpantau aktif dan dapat menyebabkan bencana terjadi di DKI Jakarta.
Selain itu ia pernah juga di memberikan pendapatnya dalam wawancaranya di YouTube Channel Harian Kompas (12/12/2022) mengenai kecemasannya terhadap Sesar Baribis tersebut.
"Yang kami tidak inginkan, tetapi ada potensi itu adalah yang jarang muncul gempanya, takutnya sedang mengakumulasi energi, sehingga kalau terlepas sekaligus energinya cukup kuat seperti yang terjadi di dekat Cianjur," ucap Sri Widiyantoro.***

Share this article
Menurut penelitian, Sesar Baribis aktif dengan menggunakan alat deteksi gempa dan menunjukan 46 gempa selama 60 hari.