AYOJAKARTA.COM - Kamaruddin Simanjuntak kembali buka suara terkait kasus Ferdy Sambo.
Ia membeberkan soal uang dalam rekening Brigadir J.
Kamaruddin Simanjuntak sempat menyinggung terkait jaringan Ferdy Sambo yang memiliki pengaruh dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV pada Selasa (6/12/2022), Kamaruddin Simanjuntak membeberkan dugaan alasan Hakim tidak melanjutkan soal uang di rekening Brigadir J.
Seperti diketahui sebelumnya saksi petugas BNI mengungkapkan bahwa ada uang keluar senilai Rp 200 juta dari rekening Brigadir J.
Bahkan tersebar kabar bahwa Brigadir J memiliki saldo rekening dengan jumlah fantastis yakni Rp 100 triliun kurang satu rupiah.
Namun dari keterangan kuasa hukumnya, angka dengan nominal 14 digit tersebut merupakan sandi pemblokiran dari BPATK.
“Akhirnya satu sahabat saya, brigjen pol memberitahu itu sandi blokirnya BPATK bang jadi itu bukan jumlah uang katanya,” ujar Kamaruddin Simanjuntak.
Baca Juga: Begini Momen Kuat Ma’ruf Sambil Bawa Pisau Kejar Yosua Versi Ricky Rizal alias Bripka RR
Tetapi soal uang keluar senilai Rp 200 juta itu memang dibenarkan.
Sayangnya Hakim tidak mendalami lebih lanjut terkait uang yang disebut untuk keperluan rumah tangga milik Ferdy Sambo.
“tetapi Hakim dan Jaksa tidak mengejar harusnya ditanya siapa yang buka rekening, kapan rekening itu dibuka dengan cara bagaimana rekening itu dibuka kalau dikatakan uangnya Sambo bagaimana Sambo taruh uangnya di situ, bagaimana cara Sambo taruh uangnya di situ,” ujar Kamaruddin Simanjuntak.
“Kalau dibilang uang belanja, kenapa uang belanja ditaruh di rekeningnya ajudan, bukannya uang belanja harus dikasihkan kepada istri?” tambahnya.
Menurut kuasa hukum Brigadir J, uang tersebut seharusnya diselidiki dari mana asalnya.
Kamaruddin Simanjuntak juga mengira bahwa jumlah saldo dalam rekeningnya bisa lebih dari Rp 200 juta.
Namun kenyataannya, Hakim memilih tidak menindak lebih lanjut terkait uang tersebut.
Menurut kuasa hukum Brigadir J, bisa jadi Hakim ada rasa takut untuk mendalaminya.
“Ya kenapanya karena faktor keseganan biar bagaimanakan, mereka kan aparatur negara mereka selalu menjaga hubungan antar lembaga misalnya sama dengan kita beberapa lembaga misalnya Polisi dan Jaksa, biasanya Hakim itu ketakutan,” ujarnya.
Meskipun Ferdy Sambo bukan suatu lembaga dan hanya seorang individu, tetapi masih ada orang-orang di belakangnya yang disebut jaringan Ferdy Sambo.
“Sambo ini kan betul pribadi tapi temennya Sambo itu kan satu angkatan berapa ratus yang jenderal sama kombes, belum kakak asuh, belum adik asuh belum kakek asuh atau opungnya kan gitu,” ujar Kamaruddin Simanjuntak.
“Jadi mereka ini Akpol kan kuat beda dengan Polisi biasa tidak ada ikatan. Kalau Akpol itu kan per angkatan aja ada bukunya, jadi mereka saling mengetahui di mana posisinya dan bisa berkoordinasi setiap saat jadi mereka ini punya jaringan,” tambahnya.
Kuasa Hukum Brigadir Yosua juga menyinggung beda halnya dengan orang yang mencuri ayam yang sudah pasti ditelusuri sampai ke akar-akarnya.***

Share this article
Pada Uya Kuya, pengacara Kamaruddin Simanjuntak menyebut jaringan Ferdy Sambo masih ditakuti oleh hakim.