AYOJAKARTA.COM - Partai Demokrat menyampaikan rasa kekecewaannya atas keputusan yang diambil Anies Baswedan dan Partai NasDem untuk menjadikan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Cawapres.
Bahkan keputusan Cak Imin untuk dijadikan cawapres Anies Baswedan itu, tanpa adanya diskusi dengan partai koalisi.
Kekecewaan Partai Demokrat ini disampaikan langsung oleh Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra.
Menurut Herzaky Mahendra tindakan yang dilakukan oleh Anies Baswedan adalah bentuk politik yang tidak beretika, dan tidak pantas dilakukan karena telah menghianati kesepakatan bersama yang sudah dibuat selama ini.
“Karena bagi kami ini tindakan sepihak bagian dari penghianatan, tidak menghormati kesepakatan jadi mohon maaf nih kalau bicara tentang politik ini sama sekali tidak gentlemen.” Ucap Herzaky, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Kompas TV, Sabtu (02/09/2023).
Baca Juga: RESMI! Partai Demokrat Cabut Dukungan untuk Anies Baswedan dan Keluar dari Partai Koalisi Perubahan
Herzaky Mahendra pun menuturkan bahwa sampai saat ini tidak ada upaya dari Anies untuk mengkomunikasikan secara langsung dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Padahal menurutnya pada tanggal 23 Januari 2023 Anies yang lebih dulu untuk mengajak AHY membentuk koalisi.
Demokrat pun sangat menyayangkan atas tindakan Anies dan Partai Nasdem karena tidak ada komunikasi dengan partai lain, dan terlihat seperti ingin menyelamatkan partainya sendiri.
Baca Juga: Partai Demokrat Cabut Dukungan ke Anies Baswedan hingga Keluar dari Koalisi Perubahan
Sebelum adanya pemberitaan ini, Partai Demokrat sudah menduga bahwa akan adanya penghianatan yang dilakukan Anies Baswedan dan Partai Nasdem terhadap koalisi.
“Ini sebenarnya sudah kami cium beberapa minggu yang lalu, bahkan salah satu kader kami pun pernah mengtweet ‘Penghianatan’ dan ternyata benar-benar terjadi.” Jelasnya.
Bagi Demokrat permasalahan yang terjadi saat ini merupakan salah satu bentuk ujian karakter dari seorang pemimpin untuk ke depannya.
Kekecewaan yang di alami Demokrat seolah menjadi pertanda bahwa tidak akan mendukung Anies Baswedan dan siap untuk mengundurkan diri dari koalisi.
“Kami sangat kecewa karakter yang tidak menghormati kesepakatan, tidak punya komitmen, tidak pantas dan tidak bermoral. Ini yang sangat sedih harusnya seorang pemimpin memiliki jiwa ksatria sampaikan apa adanya dan terbuka di depan bukan bermain kata-kata.” Ujarnya.
Herzaky pun mengucapkan bahwa ia dan seluruh kader Partai Demokrat sepakat akan menarik semua baliho dan postingan di media sosial yang memperlihatkan dukungan untuk Anies Baswedan.
Ia pun menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak akan lagi ikut terlibat kampanye dalam bentuk apa pun yang Anies dan Partai Nasdem lakukan ke depannya. ***

Share this article
Kecewa dengan Anies Baswedan yang pilih Cak Imin jadi cawapres, Demokrat sebut calon pemimpin yang tidak ksatria.