AYOJAKARTA.COM - Survei terbaru dari Voxpopuli Research Center menggambarkan elektabilitas Anies Baswedan konsisten berada di urutan ketiga. Bagaimana dengan dua calon presiden lainnya.
Prabowo Subianto mempertahankan elektabilitas tertinggi dalam konteks calon presiden (capres) dengan mencapai 26,2 persen.
Ganjar Pranowo mengikuti di peringkat kedua dengan tingkat elektabilitas saat ini sebesar 24,3 persen.
Sementara Anies Baswedan tetap berada di peringkat ketiga dengan sedikit peningkatan elektabilitas dibanding survei sebelumnya pada bulan Juni 2023, yakni sekitar 16,1 persen.
"Prestasi teratas masih dipegang oleh Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2024, diikuti oleh Ganjar yang mengalami kenaikan dan Anies yang naik tipis pada peringkat ketiga," kata Peneliti Senior Voxpopuli Research Center, Prijo Wasono di Jakarta pada Jumat 15 September 2023.
Menurut Prijo, persaingan sengit saat ini berfokus pada Prabowo dan Ganjar. Pada awal tahun, Ganjar memimpin namun kemudian turun hingga dilampaui oleh Prabowo. Sejak saat itu, Prabowo terus memimpin dengan tren kenaikan elektabilitas yang stabil.
"Kekuatan Prabowo semakin meningkat dengan bergabungnya partai-partai Senayan dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), termasuk Partai Golkar dan PAN, yang bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR)," ujar Prijo.
Baca Juga: Anies Baswedan Kunjungi Cak Imin alias Muhaimin Iskandar di DPP PKB, Bahas Strategi Pemilu 2024?
Meskipun PKB keluar dari koalisi, koalisi yang mendukung Prabowo masih memiliki kekuatan terbesar jika diukur dari perolehan kursi di parlemen. Koalisi Indonesia Maju (KIM) ini juga didukung oleh Partai Gerindra, yang merupakan partai politik terbesar kedua.
Di sisi lain, Kubu Ganjar hanya didukung oleh dua partai parlemen, yaitu PDIP dan PPP, sementara sisanya berasal dari partai non-parlemen. Peristiwa menarik terjadi di kubu Anies, di mana Demokrat memutuskan untuk keluar dari Koalisi Perubahan.
"Masuknya PKB ke koalisi yang mendukung Anies dan penunjukkan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies juga memunculkan gesekan dengan PKS," ujarnya.
Prijo juga menyatakan bahwa deklarasi Anies-Cak Imin mengakhiri ketidakpastian di antara partai-partai anggota Koalisi Perubahan mengenai figur cawapres.
"Kepastian mengenai cawapres pendamping Anies telah meningkatkan elektabilitas, menghentikan tren penurunan sepanjang tahun 2023," ujar Prijo.
Namun, munculnya nama Cak Imin tidak serta-merta meningkatkan elektabilitasnya.
Agus Harimurti Yudhoyono, yang dianggap sebagai calon wakil presiden Anies, masih memiliki elektabilitas di tengah-tengah dengan angka 4,4 persen, sedangkan Cak Imin berada di urutan terbawah dengan hanya 0,5 persen.
Selain AHY, di peringkat tengah kontestasi Pilpres masih diisi oleh tokoh-tokoh seperti Ridwan Kamil (5,0 persen), Puan Maharani (4,6 persen), Erick Thohir (3,7 persen), dan Sandiaga Uno (3,4 persen).
Baca Juga: Cak Imin Klarifikasi soal Janji BBM Gratis dan Santunan Ibu Hamil Setiap Bulan, Ini yang Benar
Tokoh-tokoh ternama seperti Ridwan Kamil, Erick Thohir, dan Sandiaga Uno masih bersaing untuk mendapatkan tiket cawapres dari dua koalisi lainnya.
Ada juga tokoh seperti putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (1,8 persen), meskipun masih terkendala oleh persyaratan usia pencalonan. Selanjutnya, terdapat Khofifah Indar Parawansa (1,6 persen) dan Airlangga Hartarto (1,4 persen).
Di peringkat terbawah, selain Cak Imin, ada nama-nama seperti Mahfud MD (0,8 persen), Yenny Wahid (0,7 persen), dan Andika Perkasa (0,5 persen). Sisanya memiliki elektabilitas yang sangat kecil, sementara 4,8 persen menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.
Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada tanggal 1-7 September 2023 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error dari survei ini adalah sebesar 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Share this article
Survei terbaru dari Voxpopuli Research Center menggambarkan elektabilitas Anies Baswedan konsisten berada di urutan ketiga.