AYOJAKARTA.COM - Nama Otto Hasibuan kembali menjadi bahan pembicaraan dan pemberitaan setelah muncul dalam film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso yang tayang di Netflix.
Tak sampai di situ, Otto Hasibuan juga menceritakan sejumlah kejanggalan kasus Jessica Wongso di channel Deddy Corbuzier yang tayang Jumat 6 Oktober 2023.
Dalam 18 jam sejak dirilis, tayangan Otto Hasibuan di channel Deddy Corbuzier sudah ditonton oleh 2,2 juta orang.
Lalu siapa Otto Hasibuan?
Baca Juga: Menang Penghargaan di BIFF Marie Claire Asia Star Award 2023, Laura Basuki Banjir Pujian
Otto Hasibuan dikenal sebagai seorang akademisi dan pengacara ternama di Indonesia yang akrab disapa Otto.
Prestasinya mencuat dan membuat namanya dikenal luas melalui keterlibatannya dalam sejumlah kasus hukum besar dan kontroversial.
Salah satunya adalah kasus terkenal pembunuhan Mirna Salihin yang diidentifikasi sebagai kasus kopi ber-sianida pada 2016.
Ia memegang peran penting sebagai ketua Tim Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso dan menyedot perhatian masyarakat.
Baca Juga: Deretan Fakta Kematian Dini yang Dianiaya GR, Tersangka Anak Anggota DPR dan Dijerat Pasal Berlapis
Keahlian hukum Otto Hasibuan juga tercermin dalam partisipasinya dalam menangani kasus-kasus besar lainnya termasuk kasus korupsi e-KTP yang melibatkan Setya Novanto mantan Ketua DPR RI, di mana ia menjabat sebagai ketua tim penasihat hukum pada 2017.
Tak hanya itu, pada 2020, Otto Hasibuan dipercaya sebagai ketua tim kuasa hukum Joko Tjandra.
Otto Hasibuan lahir 5 Mei 1955 di Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Ia menjalani hidup bersama istrinya, Norwati Damanik, sejak tahun 1984 dan mereka dikaruniai empat orang anak.
Salah satu dari anaknya menikah dengan artis sinetron ternama, Jessica Mila.
Baca Juga: Hotman Paris Masih Tunggu Kabar Keluarga Korban Penganiayaan Sadis oleh Anak Anggota DPR
Perjalanan pendidikan Otto Hasibuan dimulai dari sekolah dasar, di mana bakat kepemimpinannya sudah tampak saat menjadi Ketua Persatuan Olahraga Sepeda secara informal.
Ia terus menunjukkan prestasi kepemimpinan selama berada di SMP bahkan mendirikan sebuah perkumpulan sepak bola yang beroperasi seperti klub profesional, mengorganisir dan mempersiapkan tim untuk bertanding melawan klub-klub lain di daerahnya.
Kepemimpinan sukses Otto Hasibuan berlanjut ketika ia menjadi Ketua OSIS di sekolah menengah.
Setelah menyelesaikan sekolah menengah, Otto Hasibuan melanjutkan pendidikannya di Pulau Jawa dengan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta.
Di masa kuliah, ia juga aktif dalam berbagai organisasi kampus.
Setelah berhasil menyelesaikan kuliah, Otto Hasibuan memperoleh gelar sarjana hukum.
Ia melanjutkan studi di bidang Comparative Law di University Technology of Sydney, Australia.
Tak lama setelah itu, ia memperoleh gelar doktor di kampus UGM, Yogyakarta.
Setelah resmi menjadi seorang pengacara, Otto Hasibuan aktif dalam organisasi advokat dan menjadi anggota Persatuan Advokat Indonesia (Peradin).
Baca Juga: Profil Tiara Agnesia, Istri Baru Edi Dermawan Salihin yang Diduga Teman Mirna Salihin
Kariernya di organisasi ini dimulai sebagai Komisaris dan kemudian Sekretaris Peradin.
Pada 1985, saat semua organisasi advokat bergabung menjadi Ikatan Advokasi Indonesia (Ikadin), Otto Hasibuan memulai kariernya sebagai wakil sekretaris cabang Jakarta.
Seiring berjalannya waktu, ia terus meniti karier organisasional menjadi Ketua cabang Jakarta Barat pada 1990, meskipun saat itu baru berusia 35 tahun.
Prestasi organisasinya terus meningkat dan ia akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum DPP Ikadin untuk dua periode, yaitu 2003–2007 dan 2007–2012.
Prestasinya dalam dunia organisasi advokat juga meliputi kepemimpinan dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pada 2005.
Pada Oktober 2014, Otto Hasibuan mendapat penghargaan profesor kehormatan dari Universitas Jayabaya sebagai pengakuan atas kontribusinya selama 32 tahun dalam menjaga hukum dan keadilan di Indonesia.
Selain aktif dalam berbagai organisasi dan pengacara, Otto Hasibuan juga menekuni profesi sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi.
Selain itu, ia mendirikan firma hukum Otto Hasibuan & Associates.
Baca Juga: Otto Hasibuan Siapkan Rencana PK, Babak Baru Kasus Jessica Sianida?
Otto Hasibuan dan Sumber Kekayaannya
Layaknya pengacara yang bergelimang harta, berikut beberapa sumber kekayaan Otto Hasibuan:
1. Pengacara Terkenal
Otto Hasibuan meraih penghasilan besar sebagai seorang pengacara terkemuka.
Kariernya mencakup penanganan kasus-kasus kontroversial seperti kasus pembunuhan Mirna Salihin, korupsi e-ktp Setya Novanto dan kasus suap red notice dan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra.
2. Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Advokat Indonesia (DPP Ikadin)
Otto Hasibuan pernah menjabat sebagai anggota dan pemimpin berbagai posisi di DPP Ikadin.
Posisi ini juga bisa menjadi salah satu sumber penghasilan dan kekayaannya.
3. Dosen
Otto Hasibuan juga mendapatkan pendapatan dari pekerjaannya sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi ternama seperti Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Gadjah Mada dan Universitas Jayabaya.
Pada Oktober 2014, ia bahkan dianugerahi gelar profesor kehormatan dari Universitas Jayabaya.
4. Firma Hukum
Otto Hasibuan mendirikan firma hukum sendiri bernama Otto Hasibuan & Associates.
Firma hukum ini bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan.
Baca Juga: Otto Hasibuan Bongkar Alasan Jessica Wongso Tolak Tawaran Ajukan Grasi, Jawabannya Bikin Trenyuh
5. Ketua Pemimpin Peradi
Otto Hasibuan pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pada periode 2020-2025.
Posisi kepemimpinan ini juga dapat membawa pengaruh finansial dan status.
Itulah profil Otto Hasibuan dan sumber kekayaannya.
Dalam waktu dekat, kemungkinan namanya akan menjadi pemberitaan lagi karena berencana membuka kasus Jessica Wongso dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK).***

Share this article
Berikut ini profil Otto Hasibuan, pengacara Jessica Wongso sekaligus mertua artis cantik Jessica Milla.