AYOJAKARTA.COM – Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka akhirnya tampil perdana sebagai bakal cawapres dari Presiden Subianto.
Mengenakan kemeja berwarna biru muda, ia berpidato pertama kali di hadapan ketua umum partai politik di Koalisi Indonesia Maju, relawan, dan para pendukungnya.
Saat membuka pidatonya, Gibran menyebut nama Prabowo dan meminta untuk tenang karena dirinya sudah ada di sini.
“Tenang saja Pak Prabowo, saya sudah ada di sini,” ujar Gibran.
Ternyata ucapan tersebut bukan tanpa maksud, tapi memiliki arti yang dalam. Pakar politik Burhanuddin Muhtadi menyebut bahwa ada dua makna dari pernyataan yang disampaikan oleh Gibran.
Tafsiran yang pertama menurut pakar politik ini adalah memberikan kepastian kepada Ketua Umum Partai Gerindra bahwa Gibran jadi berlayar bersama Koalisi Indonesia Maju.
“Yang pertama adalah ingin memberi kepastian kepada Pak Prabowo dan pendukungnya bahwa Gibran jadi berlayar bersama Pak Prabowo menuju kontestasi elektoral 2024,” kata Burhanuddin Muhtadi dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, Kamis, 26 Oktober 2023.
Baca Juga: Nasib Gibran Seakan Digantung, Pengamat Politik Sebut PDIP sedang Galau Berat?
Menurutnya hal ini penting karena merupakan kali pertama putra sulung Presiden Jokowi ini bersama Prabowo Subianto terlihat bebarengan di depan publik.
Karena setelah diumumkan sebagai cawapres dari Koalisi Indonesia Maju, Gibran belum pernah terlihat bersama dengan Prabowo Subianto dan hal ini memunculkan kekhawatiran.
“Nah kekhawatiran itu ditepis oleh Gibran hari ini dengan mengatakan saya sudah ada di sini,” jelasnya.
Lebih lanjut Burhanuddin Muhtadi juga mengungkapkan tafsiran kedua dari pidato yang disampaikan bakal cawapres dari Koalisi Indonesia Maju.
Menurutnya Gibran ingin memberi pesan dan rasa optimisnya serta kesiapannya dalam mendampingi Prabowo Subianto.
“Ingin memberi pesan dan sekaligus keyakinan dan optimisme kepada Pak Prabowo bahwa dia siap menjadi aset electoral bukan beban electoral,” ujarnya.
Pakar politik ini menyebut bahwa hal tersebut menjadi penting karena sejak nama Gibran turut diseret pasca pengumuman putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Yang mana banyak pro kontra di masyarakat yang menyebut bahwa ada kaitan antara putusan MK soal batas usia capres dan cawapres untuk memudahkan Gibran menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Sehingga membuat pesimisme beberapa pihak yang merasa dengan digandengnya Gibran menjadi cawapres malah bukannya memberi manfaat tapi penurunan elektabilitas.
Bahkan bisa membuat Prabowo Subianto kalah dalam Pilpres 2024 karena isu dinasti politik yang melekat.
“Nah Gibran ingin mengatakan bahwa keputusan memilih Gibran sebagai pendamping Pak Prabowo bukan keputusan yang salah. Jadi dua itu kira-kira yang ingin dia sampaikan kepada publik,” ungkap Burhanuddin Muhtadi.
Baca Juga: Luhut Pandjaitan Buka Suara Soal Duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming: Sempurna
“Dengan mengatakan tenang saya ada di sini dalam arti ingin berlayar bersama Pak Prabowo mengarungi kontestasi electoral 2024. Yang kedua bukan sekedar menjadi kontestan pemilu tapi juga pemenang,” imbuhnya.

Share this article
Saat membuka pidatonya, Gibran menyebut nama Prabowo dan meminta untuk tenang karena dirinya sudah ada di sini.