AYOJAKARTA.COM - Dalam setiap event kegiatan, gerak-gerik dan pernyataan dari ketiga pasangan capres-cawapres selalu menjadi sorotan.
Publik percaya, dari setiap perilaku dan pernyataan yang disampaikan oleh masing-masing pasangan capres-cawapres terdapat makna tertentu.
Untuk memahami makna dibalik perilaku dan pernyataan para kandidat capres-cawapres dari sejumlah kegiatan, sejumlah pengamat menyampaikan pendapatnya.
Baca Juga: Info Gempa Tekini: Gempa Tektonik M3,5 Guncang Kab. Sukabumi, BMKG Imbau Hal Ini
Hadir di acara bertajuk Gagas RI di Universitas Airlangga, Surabaya, pasangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sempat membuat nalar peserta terperanjat.
Dalam kesempatan tersebut, Anies Baswedan memuji di hadapan peserta tentang sosok Muhaimin Iskandar yang dikenalnya sejak masih menjadi mahasiswa.
“Gus Imin ini memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang, dari mulai aktivis, sampai memimpin PMII, lalu akhirnya memimpin partai,” ungkap Anies bAswedan.
Tidak berhenti sampai di tingkat memimpin partai, Anies Baswedan juga memberikan sejumlah penjelasan atas rekam jejak cawapresnya.
“Beliau bukan cawapres instan, Beliau cawapres yang bekerja dari bawah, sampai mempunyai pengalaman yang luar biasa,” imbuh Anies yang disambut antusias.
Sementara pasangan nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga tidak luput dari sorotan publik.
Saat menghadiri acara di Universitas Muhammadiyah Jakarta, capres Ganjar Pranowo juga sempat menyoroti pentingnya pendidikan politik serta bahaya KKN.
Pada kesempatan tersebut, Ganjar mengingatkan kepada seluruh peserta dan panelis tentang salah satu agenda reformasi yang perlu dituntaskan yakni KKN.
“Karena situasinya penuh dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, maka anti KKN; sampai menjadi ketetapan MPR, ini contoh agenda reformasi yang kita inginkan,” ungkap Ganjar.
Ganjar menambahkan, tidak mengejutkan apabila publik kemudian bereaksi atas adanya sejumlah permasalahan yang dinilai menyimpang.
Pernyataan Anies dan Ganjar, ditafsirkan publik sebagai bentuk sindiran dan kritik terhadap cawapres dari pasangan nomor urut dua yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Atas pernyataan dua cawapres dan penilaian kebanyakan orang tersebut, Gibran Rakabuming memilih untuk tidak memberikan tanggapan apapun.
Baca Juga: CATAT! 6 Poin Penting Seleksi CPNS DPR RI 2023 yang Lolos ke Tahap Berikutnya, Harus Diperhatikan!
Sehubungan dengan pernyataan yang para capres tersebut, Pengamat Politik Ikrar Nusa Bhakti memberikan tanggapan.
Menurut Nusa, salah satu poin penting yang ingin disampaikan oleh capres Anies dan Ganjar kepada publik adalah makna seorang wakil pemimpin.
Nusa menambahkan, seorang Wakil Presiden sangat perlu memiliki pengalaman dan kecakapan dalam membuat keputusan.
Menghadapi perkembangan situasi politik baik domestik maupun internasional yang sedemikian cepat dan terus bergejolak, perlu figur yang mumpuni dan matang.
“Seseorang untuk bisa matang, itu harus mengalami proses yang alamiah,” jelas Nusa dikutip Ayojakarta pada Sabtu, 25 November 2023 dari Kompas TV. ***

Share this article
2 kandidat capres Pilpres 2024, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo jadi sorotan usai sindir salah satu paslon, pengamat politik ungkap...