AYOJAKARTA.COM - Direktur Juru Debat Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, menyatakan bahwa peraturan debat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memungkinkan capres-cawapres untuk saling berdiskusi dalam menjawab pertanyaan, dianggap merugikan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang diusungnya.
Walaupun demikian, Budiman menyatakan penghormatan terhadap keputusan KPU dan berkomitmen untuk menjalankan debat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Merugikan, bisa saling bantu itu merugikan (untuk Gibran Rakabuming Raka)," ucap Budiman yang juga Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran saat ditemui.
Budiman menyatakan bahwa mereka telah melakukan persiapan yang cermat untuk mempersiapkan Gibran menghadapi debat. Hal yang sama berlaku untuk Prabowo, yang menurut Budiman, sudah siap menghadapi serangkaian debat yang telah disiapkan oleh KPU.
“Nanti kalau saling bantu malah jadi sia-sia dong kita sudah siapkan mereka," ucapnya.
Menurut Budiman, pengalaman Gibran sebagai Wali Kota Surakarta dianggap sangat berkontribusi dalam mempersiapkan diri menghadapi debat Pemilu 2024.
"Beliau ini kan sudah pernah menjadi wali kota, sudah pernah ikut proses politik demokratis, artinya sudah menjadi eksekutif," ucap Budiman.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Bantah Libatkan Anak-Anak Saat Kampanye di Jakarta Utara: Sekadar Membagi Susu
Budiman mengungkapkan bahwa Gibran memiliki pengalaman sebagai pengambil keputusan dalam hal kebijakan publik yang memiliki dampak langsung pada masyarakat.
Budiman juga menilai bahwa Gibran memiliki pengalaman yang memadai untuk menemukan solusi terkait dengan kebutuhan hidup masyarakat. Modal ini hanya dimiliki oleh beberapa pasangan calon presiden dan wakil presiden.
"Bahwa dia pernah menjadi wali kota itu kan sebuah kelebihan yang menurut saya bisa dilakukan oleh dia sebagai wakil presiden Pak Prabowo Subianto," ucapnya.
Pada hari Rabu tanggal 6 Desember 2023, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akhirnya memutuskan bahwa debat antara calon presiden (capres) dan debat antara calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Presiden 2024 akan tetap dilaksanakan secara bersamaan.
Dalam debat tersebut, pasangan capres-cawapres hadir di panggung bersama, namun hanya capres yang diperbolehkan untuk berbicara, sedangkan cawapres dapat memberikan masukan kepada pasangannya.
Keputusan mengenai format debat tersebut diambil dalam rapat bersama antara perwakilan tim sukses tiga pasangan capres-cawapres di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, pada sore hari Rabu.
Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari, menjelaskan bahwa akan ada lima kali debat yang akan diselenggarakan. Urutan debat tersebut adalah debat antarcapres pertama, debat antarcawapres kedua, debat antarcapres ketiga, debat antarcawapres keempat, dan debat antarcapres kelima.
Hasyim menjelaskan bahwa dalam kelima debat tersebut, pasangan capres-cawapres akan bersama-sama naik ke panggung debat, duduk bersebelahan, namun hanya capres yang diizinkan untuk berbicara dalam debat antarcapres, sementara cawapres berbicara dalam debat antarcawapres.
"Intinya yang bicara boleh dikatakan, kalau debat capres ya sepenuhnya capres. Kalau debat cawapres, sepenuhnya cawapres," ucap Hasyim.
Perlu dicatat bahwa format debat Pilpres 2024 berbeda dengan format debat Pilpres sebelumnya, khususnya Pilpres 2019, yang terdapat satu debat terpisah antarcawapres. Pada Pilpres 2019, cawapres menghadiri debat tanpa pendamping di atas panggung.

Share this article
Budiman Sudjatmiko menyatakan bahwa mereka telah melakukan persiapan yang cermat untuk mempersiapkan Gibran Rakabuming menghadapi debat.