AYOJAKARTA.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimabu kepada masyarakat agar tetap waspada, setelah tercatat adanya peningkatan Covid-19 varian EG.2 dan E.G5 yang baru-baru ini ditemui.
“Ada peningkatan kasus, dari yang biasanya 10-20 kasus per minggu, pekan kemarin ada peningkatan sampai 267 kasus per minggu,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dikutip Ayojakarta.com dari Suara.com, Jumat, 8 Desember 2023.
Meningkatnya kembali kasus Covid ini, telah menjadi sorotan karena mengingat akan libur panjang dalam menyambut Natal dan Tahun Baru.
Tidak hanya di Indonesia, beberapa negara di Asia Tenggara lainnya pun ikut merasakan adanya peningkatan kasus Covid-19 diantaranya Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Kemenkes memberikan peringatan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati, saat melakukan perjalanan ke luar negeri. Terutama negara yang saat ini sedang mengalami peningkatan Covid-19.
Lantas seperti apa gejala Covid-19 varian GE.2 dan GE.5 yang masuk ke Indonesia, berikut ulasannya!
Baca Juga: Bukan Hanya Terjadi di Singapura, Kasus Covid-19 Subvarian Eris di Indonesia Juga Naik
Gejala Covid varian Eg.2 dan EG.5
Juru Bicara (Jubir) Kemenkes Syahril Mansyur, menjelaskan gelaja yang akan dialami oleh penderita Covid varian EG.2 dan EG.5 akan mengalami gejala yang lebih ringan dibandingkan varian Omicron.
“Tidak ada gejala khusus. Hanya batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan demam, lebih ringa,” kata Syahril.
Menurut Syahril, gejala ringan yang dialami tidak memerlukan obat dan perawatan khusus seperti bantuan oksigen dan infus.
Sebab, Covid dengan gejala ringan yang seperti ini hanya membutuhkan waktu istirahat yang cukup, dan akan sembuh dengan sendirinya setelah minum vitamin.
Kendati demikian, Covid varian ini juga dapat memiliki gejala yang cukup berat, pada sekelompok orang yang memiliki resiko tinggi terpapar virus Covid-19.
Namun, sejauh ini Syahril menuturkan tidak ada laporan pengidap Covid varian EG.2 dan EG.5 sampai menderita parah.
“Ini lebih ringan dan tidak secepat Omicron. Kalau Omicron kan per hari langsung melonjak, ini sedikit,” tutur Syahril.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Singapura Naik Lagi Jelang Liburan Tahun Baru 2024, Menkes: Kita Masih Ada Vaksin
Meskipun, terpaparnya Covid varian EG.2 dan EG.5 memiliki gejala yang ringan dan penyebarannya tidak secepat Omicron. Masyarakat harus tetap waspada untuk mencegah adanya penularan Covid-19 yang baru.
Salah satu cara terampuh yang dapat dilakukan adalah melindungi sekelompok orang yang mudah terpapar Covid-19 seperti manula, orang yang komorbid, balita, dan anak-anak.
Tidak hanya itu, masyarakat pun dihimbau untuk menghindari kerumunan dan tetap menjaga jarak. Apalagi menjelang libur Natal dan Tahun Baru.***

Share this article
Waspadai Covid varian EG.2 dan EG.5! Gejalanya ringan seperti batuk dan demam. Tetap lindungi diri, hindari kerumunan, dan jaga jarak.