AYOJAKARTA.COM -- Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong atau yang dikenal Tom Lembong mengungkapkan tantangan serius yang dihadapi Indonesia dalam pertumbuhan ekonominya.
Menurutnya, kesulitan yang dihadapi UMKM tak sepenuhnya karena kesalahan mereka, melainkan akibat kelemahan ekonomi Indonesia yang telah berlangsung selama satu dekade.
"Kalau UMKM di Indonesia sulit itu bukan salah mereka karena memang faktanya ekonomi kita sangat lemah dan kondisi itu sudah berlaku 10 tahun," ungkap Tom Lembong dikutip ayojakarta.com dari YouTube kasisolusi pada Rabu (24/1/2024).
Baca Juga: Kecewa Mahfud MD Diam dalam Kasus Jessica Wongso, Otto Hasibuan: Apa yang Mau Diharapkan dari Dia?
Berbeda dengan narasi pemerintah yang menyoroti pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen per tahun sebagai pencapaian tinggi, ia justru menegaskan bahwa secara keseluruhan, ekonomi Indonesia lemah.
"Faktanya, daya beli kita rendah dan kesulitan UMKM dalam penjualan tidak semata-mata kesalahan mereka," ujarnya.
Dalam menganalisis akar permasalahan, ia menyoroti faktor ketimpangan sebagai pemicu utama kelemahan ekonomi.
Baca Juga: Sosiolog Okky Madasari: Gimmick Gibran Rakabuming Raka Menarik Debat Cawapres ke Level Terendah
Meskipun angka pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 5 persen, ia menyatakan bahwa angka tersebut tak mencerminkan komposisi pertumbuhan yang sebenarnya.
"Sebagian besar pertumbuhan terjadi di sektor komoditas seperti nikel, batubara, sawit, kopi, kelapa dan sektor kelautan. Ini menciptakan ketidakseimbangan dalam pertumbuhan ekonomi, di mana beberapa sektor berkembang pesat sementara sektor lain mengalami pertumbuhan yang lemah," paparnya.
Menurutnya, pemahaman yang lebih mendalam terkait struktur pertumbuhan ekonomi perlu diadakan dengan fokus meredam ketidakseimbangan dan meningkatkan pertumbuhan sektor-sektor yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian.
"Menurut saya hanya mencakup 20 persen dari seluruh ekonomi, 10 persennya hanya kecipratan positif dan 70 persen ekonomi kita tidak diperhatikan pemerintah dan akibatnya adalah pertumbuhannya lemah, bahkan tidak ada pertumbuhan," tandasnya.***

Share this article
Ketimpangan jadi faktor utama, Tom Lembong ungkap sulitnya pertumbahan ekonomi di Indonesia selama satu dekade.