AYOJAKARTA.COM - Konsultan politik Eep Saefulloh Fatah menyampaikan pandangannya mengenai skenario kemungkinan kalahnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kemenangan Indonesia.
Menurut Eep Saefulloh Fatah, semakin berkembangnya gelombang perlawanan menunjukkan adanya upaya untuk memperluas daya jangkau perlawanan tersebut agar merasuki sebanyak mungkin orang.
Dalam pernyataannya, ia menyoroti pentingnya perlawanan senyap pada 14 Februari 2024 mendatang, di mana setiap orang diundang untuk merenung dan membuat keputusan tanpa tekanan eksternal.
"Senyap artinya bebas rahasia. Ketika orang mengambil kesempatan untuk membuat keputusan, sejarah besar bisa terbangun, sering kali ledakannya dilakukan oleh orang biasa," ungkap Eep Saefulloh Fatah dikutip ayojakarta.com dari YouTube Bambang Widjojanto, Minggu (4/2/2024).
Pengamat politik ini menekankan bahwa dalam sejarah politik, revolusi seringkali dimulai orang biasa yang berkumpul dan menciptakan ledakan sejarah.
Ia menyoroti perbedaan orang biasa yang bisa membuat perubahan terutama dalam menghadapi ketidakpastian dan tekanan besar.
Eep Saefulloh Fatah mengingatkan pentingnya terus berjuang meski dihadapkan pada ketidakpastian dan tekanan besar.
Ia juga menekankan bahwa hasil akhir tak boleh tergesa-gesa dinyatakan seperti halnya dalam survei.
Ia menilai bahwa sejarah besar tak mustahil terjadi pada 14 Februari 2024 mendatang.
Menurut Eep Saefulloh Fatah, banyak teman-teman di berbagai tempat termasuk di kampus-kampus diyakini memahami dan meresapi pandangannya.
Ia melihat bahwa gelombang perlawanan ini sedang membangun kesadaran berlapis-lapis, di mana setiap kontribusi kecil dari masyarakat menciptakan mosaik yang indah tertulis di atasnya dua kata 'Jokowi kalah'.
Pernyataan Eep Saefulloh Fatah ini menjadi sorotan karena merinci skenario kemungkinan kalahnya Jokowi dan menangnya Indonesia.
Baca Juga: Dituding Partisan oleh Istana, Guru Besar UGM: Saya Sangat Tidak Puas, Saya Tersinggung
Di mana daulat rakyat bersatu dan tegas menyatakan bahwa cukup bukanlah opsi, melainkan perlu menghentikan kepemimpinan Jokowi.
Proses ini, menurutnya harus diresapi dan ia percaya bahwa mereka yang dianggap berlebihan pasti akan mendapatkan hukuman.
Ia mengatakan masyarakat harus mengambil peran sebagai 'tangan penghukum' dalam menghadapi situasi politik saat ini.
Eep Saefulloh Fatah mengakhiri pernyataannya dengan menyatakan bahwa ini adalah skenario terbaik memenangkan Indonesia.***

Share this article
Eep Saefulloh Fatah selaku konsultan politik mengungkapkan pandangannya soal kemungkinan kalahnya Jokowi.