AYOJAKARTA.COM - Dalam menghadapi debat terakhir Pilpres, pengamat komunikasi politik Effendi Ghazali menyarankan agar calon presiden Prabowo Subianto menahan diri ketika diserang.
Menurutnya, perlu adanya keseimbangan antara gimik dan penyampaian gagasan dalam debat tersebut.
Effendi Ghazali menegaskan bahwa saat mempertimbangkan efektivitas ide-ide yang disampaikan, serangan yang terlalu tajam baik dalam bentuk gimik maupun angka-angka perlu dihindari.
Ia juga memberi catatan terkait debat sebelumnya, di mana Prabowo Subianto terlihat kurang fit dalam pidatonya.
Baca Juga: Jokowi Khawatir Prabowo-Gibran Tidak Bisa Satu Putaran? Begini Kata Ray Rangkuti
Meski mengakui bahwa Anies Baswedan tetap menjadi raja debat dengan bakat alaminya dalam menyusun kata-kata dan menanggapi situasi, ia menekankan bahwa Prabowo harus tetap fokus pada gagasan dan menghindari terlalu terpancing.
Ia mencatat bahwa bagi Prabowo, imej gemoinya sudah luntur karena terpancing dalam debat sebelumnya.
"Memang agak sulit belakangan ini bagi Pak Prabowo untuk kembali ke gemoinya karena dalam debat kedua debat terakhir itu baik Pak Prabowo maupun Gibran terpancing," katanya dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV, Minggu (4/2/2024).
Baca Juga: Jelang Pemilu Petugas KPPS Belum Bisa Login Aplikasi Sirekap 2024? Begini Solusinya
Meski demikian, Effendi Ghazali berharap Prabowo Subianto dapat menahan diri dan memberi jawaban yang lebih baik.
Sementara itu untuk Ganjar Pranowo, Effendi Ghazali menyebutnya sebagai seorang calon presiden yang berpengalaman, tenang dan mampu mencuri momentum terbaik pada setiap kesempatan.
"Nah yang untuk 03 Ganjar Pranowo, saya selalu merasa bahwa ini adalah presiden yang berpengalaman sama seperti Anies dan paling tenang menunggu momentum. Dia bisa setiap saat mencuri momentum terbaik," pungkasnya.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Akhirnya Kena Roasting Kiky Saputri Depan Mata, Cuma Bisa Senyam-senyum
Anies Baswedan dan Prabowo Subianto Saling Serang
Debat capres perdana lalu memang menjadi ajang saling serang gagasan antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Bahkan di beberapa segmen, Prabowo Subianto memberi gestur yang dinilai menghina Anies Baswedan seperti menjulurkan lidah.
Begitu juga wakilnya Gibran terpancing emosi dengan mengangkat-angkat tangannya memprovokasi pendukungnya.
Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan yang mengusung perubahan, tampil tancap gas dengan langsung mengkritik pemerintahan yang dinilainya saat ini sedang melanggengkan kekuasaan.
Ia mengatakan saat ini pemerintah menghadapi permasalahan hukum yang serius, di mana pemerintahan seharusnya diatur hukum bukan penguasa.
"Bila kita saksikan hari ini ada satu orang milenial bisa jadi wakil presiden, tapi ada ribuan milenial generasi z yang peduli pada bangsa negara dan kaum termarjinalkan tapi pada waktu mereka mengkritik pemerintah mereka dihadapi dengan kekerasan bahkan dengan gas air mata," jelas Anies.
Meski tak tersirat, ucapannya itu ditujukannya kepada Gibran Rakabuming Raka.***

Share this article
Pengamat politik Effendi Ghazali menyarankan Prabowo Subianto agar tahan diri saat diserang di debat capres terakhir.