AYOJAKARTA.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa kenaikan pangkat kehormatan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada Menhan Prabowo Subianto syarat akan kepentingan.
Dalam tayangan YouTube Rocky Gerung Official mempertanyakan maksud Jokowi menaikkan pangkat Prabowo Subianto dari letjen menjadi jenderal.
Karena menurutnya jika Prabowo Subianto menjadi presiden dan dilantik nantinya akan menjadi panglima tertinggi.
Baca Juga: Soal Kenaikan Pangkat Prabowo Subianto, Rocky Gerung: Jokowi Sedang Menanam Saham ke Prabowo
“Itu maksud yang langsung kita tahu. Kan sebetulnya ngapain dikasih ke Prabowo kalau Prabowo udah jadi presiden dia kan udah jadi panglima tertinggi,” ujar Rocky Gerung dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Rocky Gerung Official pada Kamis (29/2/2024).
“Jadi bagi Jokowi ini semacam nanam saham, kira-kira begitu. Walaupun sekedar mau menunjukkan bahwa Jokowi mampu untuk memasangkan di pundak Prabowo itu pangkat kehormatan,” sambungnya.
Pengamat politik ini menganggap bahwa pangkat kehormatan yang disematkan kepada Prabowo Subianto di akhir jabatan Presiden Jokowi tidak ada poinnya.
“Orang justru berpikir karena Jokowi cemas maka dia berupaya untuk merangkul Prabowo, Kan itu rangkulan yang secara politis nggak ada gunanya lagi,” kata dia.
“Lain lagi kalau memang Prabowo di awal dikasih pangkat itu, Prabowo saat ini dalam posisi saya merasa sudah jadi presiden, dia bisa pasang sendiri nanti pangkatnya,” lanjutnya.
Rocky Gerung menilai bahwa keputusan menaikkan pangkat kehormatan kepada Prabowo Subianto menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo cemas dan sudah kehilangan kepercayaan diri.
“Tapi sekali lagi, kita tahu semakin kita lihat bagaimana Jokowi itu kehilangan kemampuan untuk percaya diri sendiri, Itu psikologi yang dibaca oleh publik, termasuk publik internasional,” timpalnya.
“Jokowi akhirnya jadi membaca Prabowo dengan upaya supaya Prabowo jangan melupakan dia dan dia akan diingatin saya pasang ya pangkatmu itu,” imbuhnya.
Lebih lanjut Rocky Gerung mengatakan bahwa begitu perubahan kekuasaan di pemerintah maka semua hal yang diinginkan pemerintah tidak mungkin dipenuhi oleh Prabowo Subianto sepenuhnya.
Maka dari itu Jokowi menganggap masih bisa mengendalikan keadaan, padahal saat ini hak angket terus saja bergema.
Pengamat politik ini justru menilai akan lebih tepat jika Presiden Joko Widodo menyematkan pangkat tituler kepada anaknya yakni Gibran Rakabuming Raka dibanding menaikkan pangkat Prabowo Subianto.
Baca Juga: Prabowo Subianto Deklarasi Kemenangan, TPN Ganjar-Mahfud: Jangan Mau Ditipu oleh Prabowo Style!
“Lebih baik sebetulnya Pak Jokowi langsung kasih pangkat tituler pada Gibran, supaya Gibran langsung dapat pangkat militer,” ungkap Rocky Gerung.
“Karena Prabowo merasa ya apa pentingnya sih itu udah gua udah letjen dan pada akhirnya itu orang anggap bahwa gua presiden,” tambahnya.
“Tapi Gibran masih memerlukan rengrengan itu aksesoris, karena Gibran kehilangan momentum hari-hari ini tuh. Nggak ada orang yang menanyakan apa poin Gibran tentang ini itu, kan orang sudah anggap anda udah walaupun belum dilantik tapi statusnya sudah wakil presiden,” timpalnya.***

Share this article
Rocky Gerung menilai pangkat kehormatan yang disematkan kepada Prabowo Subianto di akhir jabatan Presiden Jokowi tidak ada poinnya.