AYOJAKARTA.COM - Hari raya Idul Fitri atau lebaran identik dengan pakaian yang serba baru. Meski lebaran masih berselang satu bulan lagi, antusiasme warga untuk memborong pakaian baru sudah tak lagi terbendung.
Seperti yang dilansir di kanal YouTube Kompas TV yang dikutip AyoJakarta.com (11/3/2024), ribuan warga ibu kota memadati pasar Tanah Abang yang menjadi sentra pakaian terbesar di Asia Tenggara.
Warga sepertinya memanfaatkan hari ini karena bertepatan dengan hari libur nasional, hari raya Nyepi.
Mereka tampaknya ingin berbelanja pakaian sebelum Ramadhan atau mendekati Idul Fitri yang biasanya lebih ramai dengan harga yang lebih tinggi.
Harga-harga kebutuhan lebaran memang cenderung lebih tinggi ketika mendekati hari H. Ini karena para pengusaha membutuhkan dana untuk membayar THR karyawannya.
Selain itu, para pembeli juga cenderung tidak begitu mengindahkan harga yang lebih tinggi karena sebagian dari mereka sudah mendapatkan THR atau dikejar waktu untuk mudik ke kampung halaman.
Baca Juga: Asyik Bukber Jadi Penyebab Umat Islam Melewatkan Shalat Tarawih
Menurut pengakuan para pedagang pakaian di pusat grosir pakaian Tanah Abang, kenaikan jumlah pengunjung ini ikut meroketkan omzet mereka, dari yang biasanya 1-2 juta per hari menjadi 20 sampai 50 juta per hari.
Seperti yang kita ketahui, baju koko, gamis, hijab, perlengkapan shalat dan sebagainya merupakan komoditas musiman, yang penjualannya naik di waktu-waktu tertentu, khususnya di sepanjang Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Tidak sedikit pula pengunjung yang membeli pakaian di sana bukan semata untuk keperluan sendiri. Sebagian akan menjualnya kembali atau dihadiahkan kepada kerabat dan teman di kampung halaman saat mudik nanti.
***
Share this article
Meski lebaran masih berselang satu bulan lagi, antusiasme warga untuk memborong pakaian baru sudah tak lagi terbendung.