AYOJAKARTA.COM — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengeluarkan peringatan serius terkait potensi bencana tsunami di wilayah selatan Jawa akibat gempa dari zona megathrust.
Pemodelan terbaru menunjukkan bahwa gempa bumi yang berasal dari zona megathrust di wilayah tersebut dapat memicu gelombang tsunami besar dengan waktu evakuasi yang sangat singkat. Diperkirakan hanya sekitar 17 menit.
Ancaman ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat padat penduduknya wilayah selatan Jawa dan potensi kerusakan yang sangat besar jika terjadi tsunami.
Hal tersebut dijelaskan oleh pakar kegempaan dari BRIN RI, Dr Nuraini Rahma Hanifa, dalam siaran di kanal Youtube pada 30 Agustus 2024.
"Berdasarkan beberapa skenario yang kami jalankan, waktu tiba gelombang tsunami di Tasikmalaya bisa berkisar antara 17 hingga 30 menit setelah gempa terjadi," jelasnya dalam BRIN Insight Every Friday (BRIEF) edisi ke 128 dengan tema ”Mengenal Megathrust dan Mitigasinya”.
Baca Juga: WASPADA! 2 Ancaman Nyata dari Gempa Megathrust Dibocorkan Peneliti BRIN
Ia menambahkan bahwa waktu tercepat yang dicatat dalam skenario pemodelan adalah 17 menit, sementara waktu terlama adalah sekitar 30 menit.
Pemodelan ini juga memperkirakan tinggi gelombang tsunami yang bisa mencapai daerah Tasikmalaya, terutama di wilayah pesisir seperti Cipatujah.
"Estimasi tinggi gelombang tsunami di Cipatujah bisa mencapai 13,6 meter," ungkap Nuraini.
Tingginya gelombang ini, menurutnya, harus menjadi perhatian serius bagi warga yang tinggal di sepanjang pesisir.
Selain itu, pemodelan ini juga memperkirakan jarak rendaman air laut ke daratan, yang dapat mencapai hingga 1 hingga 2 kilometer di beberapa area, terutama di sekitar sungai yang mengalir ke laut.
"Rata-rata jarak rendamannya berkisar antara 400 hingga 800 meter, namun di beberapa lokasi bisa mencapai 1 hingga 2 kilometer karena pengaruh sungai yang memperpanjang aliran air," tambah Nuraini.
Dengan hasil pemodelan ini, Nuraini menekankan pentingnya perencanaan evakuasi yang matang dan pengenalan terhadap ancaman yang dihadapi.
"Masyarakat harus tahu jalur evakuasi yang aman dan segera bergerak saat gempa terjadi, terutama jika tinggal di area yang berpotensi terdampak tsunami," ujarnya.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memperbarui informasi terkait dengan pemodelan dan rekomendasi evakuasi dari pihak terkait seperti BMKG dan BRIN.
Pemodelan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dan langkah mitigasi yang lebih efektif di wilayah yang berisiko tinggi.***

Share this article
BRIN telah mengeluarkan peringatan serius terkait potensi bencana tsunami di wilayah selatan Jawa akibat gempa dari zona megathrust.