Rupiah Anjlok Lebih Rendah dari Krisis Moneter 1998, Menko Klaim Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat meski Rupiah Berfluktuasi

Indonesia sedang mengalami penurunan tajam nilai tukar rupiah anjlok yang sempat mencapai titik terendah, yaitu Rp16.611 per dolar AS.
Indonesia sedang mengalami penurunan tajam nilai tukar rupiah anjlok yang sempat mencapai titik terendah, yaitu Rp16.611 per dolar AS.

AYOJAKARTA.COM -- Indonesia sedang mengalami penurunan tajam nilai tukar rupiah anjlok yang sempat mencapai titik terendah, yaitu Rp16.611 per dolar AS.

Angka tersebut merupakan level terendah sejak krisis moneter 1998, ketika rupiah sempat menyentuh Rp16.800 per dolar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan tanggapan terkait nilai tukar rupiah yang anjlok.

Baca Juga: Sat-set Tak Perlu Ngantri! Begini Cara Tukar Uang Rupiah Idul Fitri 2025 Lewat Aplikasi pintar.bi.go.id, Cek Juga Jadwalnya di Sini

Dalam keterangannya, Menko Airlangga menegaskan bahwa meskipun nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi, kondisi perekonomian Indonesia secara fundamental tetap kuat.

“Seperti biasa, nilai rupiah memang berfluktuasi. Namun, secara fundamental, ekonomi kita kuat. Hal ini dibuktikan dengan rebound pasar modal, neraca perdagangan yang stabil, serta cadangan devisa yang masih dalam kondisi bagus,” ujar Airlangga dikutip dari YouTube KOMPASTV, Kamis (27/3).

Menteri Airlangga juga menambahkan bahwa dalam jangka menengah dan panjang, Indonesia memiliki prospek ekspor yang menjanjikan.

“Kita punya ekspor yang bagus, cadangan devisa yang kuat, dan neraca perdagangan yang mendukung. Dengan demikian, fundamental ekonomi kita tetap kokoh meski ada fluktuasi nilai tukar,” jelasnya.

Baca Juga: Jadi Tersangka! Oknum Kepala Cabang Bank Jatim Manipulasi Kredit Lebih dari Setengah Triliun Rupiah

Airlangga menyoroti bahwa salah satu upaya yang telah dijalankan pemerintah adalah pelaksanaan mekanisme ‘Devisa Hasil Ekspor’.

Program ini telah membantu menjaga stabilitas cadangan devisa, sehingga posisi rupiah tidak berada dalam kondisi terpojok.

“Kita sudah melaksanakan program devisa hasil ekspor. Dengan adanya hal itu, kita tidak akan tercorner di masa depan. Fundamental dari devisa hasil ekspor juga akan semakin memperkuat posisi rupiah,” tambahnya.

Pernyataan Mantan Ketum Partai Golkar ini muncul di tengah kekhawatiran pasar global yang kian memanas akibat ketidakpastian ekonomi dan dinamika nilai tukar.

Baca Juga: Lewat Efisiensi Anggaran, Prabowo Komitmen untuk Maksimalkan Manfaat Rupiah Rakyat, Bagaimana Nasib Pelaku Usaha dan Vendor?

Meskipun terjadi penurunan tajam, ia mengimbau para pelaku ekonomi dan masyarakat untuk tidak panik.

Menurutnya, fluktuasi nilai tukar merupakan fenomena yang wajar dalam sistem ekonomi pasar, asalkan didukung oleh fondasi ekonomi yang kuat.

Dalam konteks pasar modal, Airlangga mencatat bahwa indeks saham telah menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia masih tinggi.

Baca Juga: Cara Menghasilkan Uang dari HP, YouTube Bisa Jadi Lahan Dapetin Pundi-Pundi Rupiah

Selain itu, peningkatan ekspor dan stabilnya neraca perdagangan menjadi kunci penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pasar modal yang kembali rebound merupakan sinyal positif. Hal ini menunjukkan bahwa ekspektasi investasi masih optimis meski kita menghadapi tekanan nilai tukar,” jelasnya.

Menko Airlangga juga mengingatkan bahwa pergerakan nilai tukar tidak selalu mencerminkan kelemahan ekonomi.

Ia menegaskan bahwa penurunan sementara nilai tukar rupiah merupakan bagian dari dinamika pasar yang bisa terjadi akibat faktor global maupun domestik.

Baca Juga: Warganet Panik! Kurs Dollar ke Rupiah di Google Search Jadi Rp8.170, Apakah Kesalahan Teknis dari Google?

“Kita harus melihat gambaran besar. Fluktuasi itu sifatnya temporer, sementara fundamental ekonomi kita yang didukung oleh ekspor, cadangan devisa, dan neraca perdagangan tetap kuat,” tegasnya.

Sebagai upaya menjaga stabilitas, pemerintah bersama Bank Indonesia juga telah mengambil berbagai langkah kebijakan moneter untuk menekan volatilitas nilai tukar.

Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter diharapkan mampu meredam dampak negatif fluktuasi dan menjaga kepercayaan pasar.

Secara keseluruhan, tanggapan Menko Airlangga memberikan pesan optimis kepada masyarakat dan pelaku ekonomi bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kokoh.

Baca Juga: Janggal! Nilai Tukar Dollar ke Rupiah di Google Nyungsep Jadi Rp8 Ribu per 1 USD pada 1 Februari 2025, Ada Campur Tangan Pihak Ketiga?

Meskipun nilai tukar rupiah mengalami tekanan dan mencapai level terendah sejak 1998, faktor-faktor fundamental yang positif menjadi penyangga utama bagi kestabilan ekonomi nasional.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# rupiah anjlok
# 1998
# krisis moneter
# nilai tukar

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).