AYOJAKARTA.COM– Insiden tragis terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025).
Diketahui bahwa insiden tersebut terjadi saat kegiatan pemusnahan amunisi kedaluwarsa yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ledakan pemusnahan amunisi tersebut menewaskan 13 orang, terdiri dari 4 personel TNI dan 9 warga sipil.
Daftar Nama Korban Tewas Akibat Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut.
Baca Juga: Masyarakat Cemas! Ramai Isu Kelinci Percobaan Bill Gates untuk Vaksin TBC M72 , Peneliti Beberkan Fakta Ini...
Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, berikut adalah identitas korban jiwa yang berhasil diidentifikasi:
Anggota TNI yang Gugur:
- Kolonel Antonius Hermawan
- Mayor Anda Rohanda
- Kopda Eri Dwi Priambodo-
- Pratu Aprio Setiawan (termasuk dalam laporan tambahan)
Warga Sipil yang Menjadi Korban:
- Iyus Ibing
- Erus Setiawan
- Iyus
- A. Toto
- Endang
- Ipan
- Anwar
- Agus Jebrag
- Sakamawan
Jumlah korban yang sebelumnya dilaporkan sebanyak 11 orang kemudian diperbarui menjadi 13 orang setelah proses evakuasi dan identifikasi dilakukan oleh tim medis dan petugas lapangan.
Para korban sempat dibawa ke RSUD Pameungpeuk, Garut untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Kisah Nyata Diangkat Jadi Film Horor, Begini Kilas Balik Tragedi Kelam Pembantaian Dukun Santet 1998 di Banyuwangi
Kronologi Ledakan Saat Pemusnahan Amunisi
Kegiatan pemusnahan amunisi yang sudah tidak layak pakai seharusnya dilakukan dengan standar keamanan tinggi.
Namun, berdasarkan informasi di lapangan, ledakan besar pertama terjadi saat proses penghancuran amunisi.
Usai ledakan awal, sejumlah warga dilaporkan mendekati lokasi kejadian untuk mengumpulkan sisa-sisa material seperti selongsong peluru (piston) dan logam kuningan yang dianggap bernilai ekonomis.
Nahas, sisa bahan peledak yang belum sepenuhnya meledak kemudian menimbulkan ledakan susulan, yang akhirnya memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil yang berada terlalu dekat dengan titik ledakan.
Baca Juga: KABAR BAIK! MENPAN RB Tetapkan UMK Daerah Jadi Patokan Gaji PPPK Paruh Waktu, Segini Besaran di Jawa Barat
Viral di Media Sosial dan Grup WhatsApp Warga
Peristiwa ini dengan cepat menyebar di kalangan masyarakat, khususnya melalui grup WhatsApp warga Garut Selatan.
Banyak warga membagikan video dan foto kondisi pasca-ledakan, termasuk dokumentasi para korban yang telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah.
Setidaknya tujuh kantong jenazah terlihat dievakuasi dari lokasi kejadian pada pagi hari setelah ledakan.
Beberapa rekaman menunjukkan kerusakan parah di area sekitar ledakan serta kehadiran aparat yang mengamankan lokasi.
Penanganan dan Investigasi Berlanjut
Pihak TNI bersama kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti insiden dan kemungkinan adanya kelalaian prosedural.
Sementara itu, keluarga korban dan warga setempat berharap agar ke depan, kegiatan berisiko tinggi seperti pemusnahan amunisi dilakukan dengan pengamanan maksimal dan jauh dari pemukiman.***

Share this article
Update informasi terkini Ledakan pemusnahan amunisi di Garut menewaskan 13 orang, terdiri dari 4 personel TNI dan 9 warga sipil.