AYOJAKARTA.COM – Menurunnya kepercayaan publik kepada pegawai pajak membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani membenahi Kemenkeu.
Salah satu caranya adalah Sri Mulyani mengecam klub yang dinilai memamerkan Moge (Motor Gede) dan gaya hidup mewah.
Dalam akun Instagramnya, Sri Mulyani dengan tegas menegur dan memberikan perintah kepada klub moge pegawai pajak dibubarkan.
Baca Juga: Optimis Menuju Kemenangan, Anies Baswedan Tegas Sampaikan Pentingnya Rekam Jejak
Hal ini bermula dari kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio anak dari mantan pejabat pajak.
Dari kasus tersebut kemudian diketahui bahwa gaya hidupnya sangat mewah dan kerap kali memamerkannya melalui sosial media.
Masalah tersebut merembet menjadi terkuatnya harta milik ayah Mario Dandy Satrio, Rafael Alun dipertanyakan mengenai pelaporan pajaknya.
Tidak berhenti sampai di situ, setelahnya diketahui bahwa Dirjen Pajak Suryo Utomo kerap kali mengunggah foto dirinya mengendarai Moge bersama pegawai pajak lainnya dalam klub Blasting Rijder DJP (Direktorat Jenderal Pajak).
Menyadari bahwa perilaku pamer harta yang dilakukan oleh pegawai pajak dapat menimbulkan kecurigaan dari masyarakat dan juga mencederai kepercayaan publik, Sri Mulyani segera mengambil tindakan.
Sri Mulyani menghimbau kepada Dirjen Pajak untuk menjelaskan dan menyampaikan kepada publik perihal jumlah harta kekayaan yang dimiliki serta sumber perolehan hartanya sesuai dengan apa yang dilaporkan pada LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).
Selanjutnya Sri Mulyani dengan tegas meminta agar klub Blasting Rijder DJP untuk dibubarkan. Karena hal ini dianggap akan menimbulkan kecurigaan masyarakat mengenai sumber kekayaan dari pegawai DJP.
Jikalau Moge tersebut dibeli menggunakan gaji resmi ataupun uang yang halal tetapi tetap saja hal tersebut telah melanggar asas kepatutan dan kepantasan publik.
Baca Juga: Terungkap! IPK Mario Dandy Saat Kuliah Bikin Geleng Kepala, Netizen Auto Hujat: Otaknya Kosong!
“Meminta agar klub Blasting Rijder DJP dibubarkan. Hobi dan gaya hidup mengendarai Moge – menimbulkan persepsi negatif masyarakat dan menimbulkan kecurigaan mengenai sumber kekayaan para pegawai DJP,” ketik Sri Mulyani.
Dalam unggahan ini, netizen menantang Sri Mulyani untuk tidak hanya sekedar membubarkan klub Moge pegawai DJP saja.
Tapi netizen juga meminta agar Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan untuk membuka posko pengaduan untuk ketidakadilan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan.
“Bu jangan Cuma sekedar membubarkan. Berani nggak Ibu buka posko pengaduan ketika perusahaan banyak diperlakukan tidak adil saat pemeriksaan terjadi, dan setiap pengaduan harus dijaga identitas yang melapor,” ketik @ray_prad***.
“Itu baru namanya langkah konkrit. Kejadian akhir-akhir ini sudah jadi seperti gunung es di mana korupnya petugas pajak (apalagi pas pemeriksaan) sudah sampai ke akarnya. Kalau cuma bubarin sih gampang Bu,” lanjutnya.
Kemenkeu memberikan respon bahwa sudah ada sarana pengaduan untuk indikasi pelanggaran di Kementerian Keuangan melalui laman www.kemenkeu.go.id.***

Share this article
Usai kasus penganiayaan dilakukan anak pegawai Dirjen Pajak, Sri Mulyani bubarkan klub Blasting Rijder DPj dan...