AYOJAKARTA.COM – Mahfud MD mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi III DPR RI, Rabu, 29 Maret 2023.
Rapat tersebut digelar guna membahas soal kasus transaksi janggal di Kementerian Keuangan yang nilainya mencapai Rp349 T.
Sempat terjadi debat panas antara Mahfud MD dengan beberapa anggota DPR seperti Arteria Dahlan, Bambang Pacul, dan Benny K Harman dalam rapat tersebut.
Suasana juga sempat tegang saat Mahfud MD emosi karena dirinya terus diinterupsi Ketika sedang menyampaikan pernyataannya.
Bahkan Mahfud MD sampai menyebut jika setiap kali dirinya hadir ke DPR selalu dikeroyok.
“Saya setiap ke sini dikeroyok , belum ngomong sudah diinterupsi, , waktu kasus sambo juga belum ngomong sudah diinterupsi, dituding-tuding suruh bubar, jangan begitu dong,” tegas Menko Polhukam Mahfud MD, dikutip Selasa, 4 April 2023.
Rupanya Mahfud MD bukanlah sosok pertama yang dinilai mendapat perlakuan tak ramah dari pihak DPR.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Suara.com, rupanya seorang tokoh pemerintahan sekelas Soekarno dan Gus Dur saja pernah mendapat perlakuan sama dari DPR.
Bahkan Gus Dur sampai pernah menerbitkan dekrit pada 23 Juli 2001 yang isinya meminta agar DPR dan MPR dibubarkan. Dan kini viral kembali di media sosial.
Ada 2 poin utama yang dinyatakan Gus Dur dalam dekrit tersebut, yaitu:
1. DPR dan MPR dibekukan, kedaulatan kembali ditangan rakyat dengan cara membentuk badan penyelenggara Pemilu dalam waktu satu tahun.
2. Gerakan reformasi harus diselamatkan dari unsur-unsur Orde Baru dengan membekukan Partai Golkar.
Baca Juga: Mahfud MD Bongkar Habis Dugaan TPPU, Kali Ini Impor Emas Batangan Rp189T di Bea Cukai
Kala itu dekrit yang diterbitkan Gus Dur tersebut menuai protes dari berbagai pihak termasuk Megawati Soekarnoputri dan Amien Rais.
Tak hanya itu Gus Dur juga sempat berpendirian jika anggota DPR tak ubahnya seperti anak TK.
Namun dalam suatu percakapan bersama KH Maman Imanulhaq Faqieh Gus Dur menuturkan penyesalannya telah menyamakan DPR dengan anak TK.
Akan tetapi penyesalan Gus Dur justru karena telah menyamakan DPR dengan anak TK, yang mana ia menilai anak TK adalah sosok suci, cerdas, dan kreatif.
Baca Juga: Gaduh Publik Minta DPR Bubar, Mahfud MD: Lebih Baik Punya Parpol dan DPR Meskipun Jelek!
Sedangkan bagi dirinya anggota DPR adalah golongan kotor yang selalu mencari celah untuk mendapatkan uang.
Tapi di sisi lain, Gus Dur menegaskan jika mau bagaimanapun DPR adalah lembaga negara yang tetap harus dihormati.
Kala itu tentu saja anggota DPR merasa tidak senang dan meminta Gus Dur untuk menarik ucapannya tersebut.
Gus Dur sendiri memberi pembelaan bahwa apa yang disampaikan hanya sebatas guyonan yang sudah jadi tradisi para kiai di pondok pesantren.
Tentunya dari cerita Gus Dur tadi publik jadi kembali diingatkan dengan keberanian Mahfud MD saat membuka aib DPR di kandangnya sendiri dalam momen RDPU pekan lalu.
Di mana saat itu DPR meminta Mahfud MD menarik ucapannya yang mengatakan jika banyak anggota DPR yang merangkap markus (makelar kasus).***

Share this article
Rupanya Mahfud MD bukanlah sosok pertama yang dinilai mendapat perlakuan tak ramah dari pihak DPR, ada Gus Dur.