AYOJAKARTA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan bahwa korupsi banyak terjadi di Indonesia.
Ada beberapa instansi yang terbanyak korupsinya di Indonesia juga turut disebutkan oleh Mahfud MD.
Hal tersebut disampaikan saat dirinya memberikan sambutan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baca Juga: WADUH! Pegawai IKN Belum Digaji Berbulan-bulan? Ini Jawaban Singkat Mahfud MD
Dalam penyampaiannya, ia menyebut bahwa masalah korupsi di Indonesia banyak terjadi di berbagai sektor.
Mahfud MD bisa secara gamblang berbicara tentang korupsi karena sudah mengundang berbagai pihak yang mengamati dan menganalisis korupsi di Indonesia.
“Masalahnya ada di berbagai sektor, dari mana Pak Mahfud tahu? Tahu karena saya mengundang transparansi internasional ke rumah saya,” ujar Mahfud MD dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Masjid Kampus UGM, Kamis (6/4/2023).
Baca Juga: GADUH! Pemberhentian Brigjen Endar dari KPK Jadi Polemik, Mahfud MD Beri Tanggapan: Terserah Ini Aja
“Ngundang litbang kompas ke rumah saya, ngundang partnership yang selama ini bergerak menilai tentang korupsi,” sambungnya.
Berdasarkan pertemuannya dengan berbagai pihak terkait membicarakan tentang korupsi di Indonesia, ia bisa menyimpulkan bahwa korupsi terjadi di birokrasi berbagai sektor di Indonesia.
Menurutnya ada tiga sektor atau Instansi yang rawan terjadi korupsi di Indonesia, yang pertama adalah Bea Cukai dan Perpajakan.
“Kesimpulannya apa pak, korupsi itu ada di birokrasi terutama perpajakan dan bea cukai, clear itu kesimpulan transparansi internasional,” ujar Mahfud MD.
Bukan hanya itu saja, Menko Polhukam juga menyebut banyak korupsi terjadi di lingkungan DPR yakni dalam bentuk conflict of interest atau mengutamakan kepentingan pribadinya.
Modus dari DPR diungkapkan oleh Mahfud MD yakni ada anggota DPR yang merangkap dalam perusahaan dan ketika menyusun anggaran serta proyek akan ikut nitip dalam proyek tersebut.
Baca Juga: Tantang Anggota Komisi III DPR di Twitter, Mahfud MD Klarifikasi: Saya Ditantang, Saya Jawab!
Bahkan ia juga menyampaikan ada anggota DPR yang berperan ganda conflict of interest menjadi lawyer yang ikut mengurusi perkara orang lain.
Berdasarkan data transparansi internasional juga ditemukan banyak investor asing yang memberitahu jika ingin berurusan maka harus ke DPR untuk membayar sekian nominal.
Kemudian ketika nantinya membayar pajak pun juga ada proses tawar menawar ada negosiasi yang terjadi.
Baca Juga: Soal Kabar Pegawai IKN Belum Digaji Berbulan-Bulan, Mahfud MD: Sudah Selesai, Tinggal Diproses
Menurutnya pajak akan namun sisanya akan diambil oleh para oknum-oknum tertentu untuk kepentingan sendiri.
“Investor-investor asing yang memberitahu itu, pak kalau kami urusan itu harus ke DPR bayar sekian, ke pajaknya kena sekian dinego sesudah ini ditawar begini,” ungkap Menko Polhukam.
“Sudah kami mau bayar penuh tapi diminta udah turun aja tapi sisanya dibagi,” imbuhnya.
Selanjutnya Menko Polhukam juga menyebutkan bahwa temuan korupsi banyak terjadi di pengadilan.
Menurutnya banyak kasus-kasus yang dibayar menggunakan uang bahkan ada yang sudah ketahuan dan akhirnya ditangkap.
“Di Mahkamah Agung ada empat hakim agung ditangkap, perkaranya udah jatuh. Kan perkara ujah jatuh itu tidak bisa diubah,” ungkap Mahfud MD.
Mahfud MD menyampaikan hal-hal seperti korupsi yang harus diperbaiki di dalam ketatanegaraan Indonesia.***

Share this article
Mahfud MD bongkar instansi di Indonesia yang banyak melakukan tindak korupsi, Bea Cukai dan DPR termasuk.