AYOJAKARTA.COM - Antusiasme warga yang mengikuti acara Open House Akbar bersama Prabowo Subianto terlihat di seputaran Ponpes Ora Aji.
Dalam kunjungan ke pondok pesantren yang dipimpin oleh Gus Miftah pada Rabu 4 Mei lalu, Prabowo Subianto datang sekitar pukul 20:00 WIB.
Di tengah suara letusan kembang api dan sambutan riuh masyarakat, Prabowo Subianto berjalan sejauh 200 meter menuju lokasi ponpes.
Baca Juga: Tanggapi Rumor Jadi Cawapres Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming: Please, Umur Belum Cukup!
Bersama anak dan istrinya, Gus Miftah menyambut kedatangan calon presiden dari Partai Gerindra tersebut untuk selanjutnya menggelar pengajian.
Selain dihadiri oleh Gawagis atau sejumlah putra Kyai dan ribuan jamaah, pengajian dalam rangka Open House Akbar tersebut juga dihadiri oleh Pendeta Gilbert Lumoindong.
Pada kesempatan tersebut, Gus Miftah mengajak seluruh umat beragama untuk tidak mudah terpecah-belah menjelang Pemilu 2024.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Diisukan Jadi Cawapres Prabowo Subianto, Bagaimana Respon Presiden Jokowi?
Disampaikan dengan gaya ceramah yang santai dan selingan guyon, Gus Miftah menyinggung pentingnya persatuan dalam menjelang Pemilu.
Sebab persatuan dan kesatuan, masih menurut Gus Miftah merupakan pondasi utama yang diperlukan untuk membangun bangsa dan peradaban.
Tanpa adanya persatuan dan kekompakkan, maka yang terjadi bukan lagi membangun peradaban melainkan justru menghancurkan.
Baca Juga: Diisukan Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2024, Gibran Rakabuming Bantah: Ini Saya Belum Cukup...
Lebih lanjut, Gus Miftah mengingatkan agar momen Pemilu tidak menjadi akar perpecahan, karena siapapun yang nantinya menjadi Presiden sudah tertulis di Lauhul Mahfudz.
“Ayo kita rukun, kalau bangsa ini mau besar, tidak usah saling menjelek-jelekkan,” ujar Gus Miftah di hadapan para peserta Open House Akbar.
Di hadapan para peserta, pesan ajakan kebaikan senada juga disampaikan oleh Pendeta Gilbert Lumoindong.
Dalam ceramah singkatnya, Pendeta Gilbert mengajak agar seluruh masyarakat tetap mengedepankan keceriaan dan kebahagiaan menyikapi perbedaan.
“Di Alkitab kita orang Kristen ada tulisan hati yang gembira adalah obat yang manjur,” ujar Pendeta Gilbert menggaris bawahi ceramah Gus Miftah.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo Subianto sempat menunjukkan apresiasi terhadap kekompakkan yang diperlihatkan oleh dua pemuka agama berbeda.
Baca Juga: Kerap Disebut Tinggalkan Prabowo Demi Ganjar Pranowo, Ini Tanggapan Sandiaga Uno
“Ada Kyai, ada Ulama, ada Pendeta Kristen yang bisa saling bercanda dan mesra, inilah sebenarnya Indonesia!” tegas Prabowo.
Keberagaman dan kekompakan yang telah diperlihatkan oleh Gawagis dan Pendeta, menurut Prabowo perlu dijadikan contoh oleh para elit Parpol.
Menurut Prabowo, kehebatan dan kebesaran suatu bangsa atau negara juga bergantung kepada kekompakkan dari para pemimpinnya.
Prabowo Subianto yakin dan optimis jika perilaku Bhineka Tunggal Ika dan sikap ikhlas benar-benar diterapkan, akan membuat Indonesia menjadi besar.
“Pemimpin kompak dan bersatu, negara akan bangkit dan menjadi hebat,” ujar Prabowo seperti dikutip Ayojakarta pada Minggu, 7 Mei 2023 dari youtube Sandekar Lampung. ***

Share this article
Prabowo Subianto menunjukkan apresiasi terhadap kekompakkan yang diperlihatkan oleh dua pemuka agama berbeda.