AYOJAKARTA.COM - Bakal calon presiden Prabowo Subianto hingga saat ini belum menyampaikan terkait sosok yang akan mendampinginya pada Pemilu 2024 mendatang.
Kabarnya saat ini Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sedang melakukan pembentukan koalisi besar.
Tujuan dari pembentukan koalisi besar tersebut adalah sepenuhnya untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (cawapres) pada Pemilu 2024.
Baca Juga: Hasil Survei: Anies Baswedan Jadi Capres Nomor 1 Pilihan Warga DKI Jakarta
Namun kabarnya Partai Golkar dan PKB sama-sama memiliki keinginan Ketua Umum masing-masing menjadi calon kandidat wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto.
Airlangga Hartarto selaku ketua umum Partai Golkar, dan Muhaimin Iskandar atau yang kerap dipanggil Cak Imin, selaku ketua umum Partai PKB.
Akan tetapi, Nusron selaku Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) partai Golkar menyangkal perihal isu terkait keinginan kedua partai politik tersebut yang seolah memperebutkan kursi cawapres Prabowo Subianto.
"Telah membahas secara teknis dan detail tentang cara kerja kita bagaimana supaya dalam koalisi besar itu mencapai titik kemenangan, salah satunya nanti bagaimana pembagian wilayah, kerjanya gimana, dan sebagainya," jelas Nusron Wahid
Baca Juga: KPK Hentikan Klarifikasi LHKPN Achiruddin Hasibuan, Ini Sebabnya!
"Yang sudah kita bicarakan tadi secara bersama-sama, untuk membincangkan tentang desain pola kerja dan bangunan dari pada koalisi itu sendiri," sambungnya.
Akan tetapi Golkar dan PKB telah bersepakat menjadi koalisi inti, bersama-sama mendukung Prabowo SUbianto sebagaimana disampaikan oleh Faisol Reza selaku Ketua Umum PKB
"Kami ingin Golkar dan PKB ini menjadi partai utama yang menyongkong koalisi yang besar, koalisi inti yang diperluas bersama Partai Gerindra, dan partai parlemen maupun non parlemen yang lain." ujar Faisol Reza.
Mendengar isu terkait perebutan kursi cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilu 2024 mendatang, pakar politik menyebut Prabowo Subianto akan putuskan sendiri siapa cawapresnya.
Baca Juga: Profil Vokalis Coldplay Chris Martin yang Akan Menggelar Konser di Jakarta Pada November Mendatang!
"Kita akan lihat, kita akan cermati, pasca komunikasi antara Golkar dengan PKB apakah kemudian Pak Prabowo tetap memilih satu diantara dua alternatif kekuatan partai yang ada, yaitu Golkar atau PKB sebagai cawapresnya," ungkap Khairul Umam.
"Atau justru Pak Prabowo yang barangkali sangat percaya pada kekuatan logistik, maka kemudian dia akan memilih cawapres seperti di 2019 lalu, yang dianggap memiliki kekuatan logistik yang lebih besar," lanjutnya.
Bahkan Khairul Umam jika Prabowo Subianto memilih cawapres lain, kemungkinan Erick Thohir lah yang berpeluang besar karena dianggap memiliki kekuatan logistik yang besar.
"Kalau itu terjadi, maka potensi Erick Thohir untuk mendampingi Prabowo berpotensi terbuka, tetapi disaat yang sama jika kemudian Erick Thohir dipilih oleh Prabowo dari capres ke cawapres maka kemudian evaluasi yang sangat fundamental akan dilakukan oleh Golkar dan PKB," ujar Khairul Umam.***

Share this article
Kabarnya saat ini Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan pembentukan koalisi besar dukung Prabowo.