AYOJAKARTA.COM - Najmuddin M Rasul, seorang pengamat politik dari Universitas Andalas telah mengeluarkan seruan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengundurkan diri dari jabatan masing-masing.
Menurut Najmuddin M Rasul, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sulit memisahkan aktivitas politik mereka sebagai calon presiden dengan peran sebagai pejabat publik.
Menurutnya, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo melibatkan diri dalam aktivitas politik yang menggunakan fasilitas negara.
"Narasi dari kedua pihak, baik Ganjar maupun Prabowo, sulit memisahkan antara aktivitas politik mereka sebagai bakal calon presiden dengan peran mereka sebagai pejabat publik,” ungkap Najmuddin M Rasul dikutip AyoJakarta.com dari Republika.co.id pada Kamis (1/6/2023).
Sebagai landasan, Najmuddin M Rasul mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang dapat merusak dan menghancurkan demokrasi adalah perilaku pejabat publik yang melanggar dan menyalahgunakan kekuasaan dalam proses demokrasi.
Jika ini terjadi, menurut Najmuddin M Rasul baik Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo telah berkontribusi pada pengikisan demokrasi demi kepentingan politik.
Najmuddin M Rasul menegaskan bahwa di negara-negara demokrasi maju, baik warga maupun pejabat publik memiliki pemahaman yang mendalam tentang etika demokrasi dan peraturan.
Baca Juga: Soal Cawe-cawe Jokowi di Pilpres 2024, Anies Baswedan Akui Ada Kekhawatiran Namun Tegaskan Soal Ini
Warga dan pejabat publik merasa malu ketika melanggar etika dan hukum.
Namun, di negara-negara demokrasi yang baru berkembang, beberapa pejabat publik acuh terhadap etika dan peraturan.
"Perilaku politik pejabat publik ini memiliki dampak signifikan terhadap persepsi warga, terutama pemilih muda yang jumlahnya relatif besar yaitu antara 52-55 persen," ujar Najmuddin Rasul.
Prabowo Subianto secara automatis telah menjadi calon presiden dari Partai Gerindra.
Di sisi lain, Ganjar Pranowo secara resmi telah ditetapkan sebagai calon presiden dari PDIP.
Baca Juga: Tanggapan Anies Baswedan Soal Isu Jokowi Cawe-Cawe Pilpres 2024: Kami Berharap Seperti Semula
Kedua tokoh ini belakangan aktif bertemu tokoh publik termasuk Jokowi dan keluarganya.
Dalam persiapan menghadapi Pemilihan Presiden tahun 2024, isu etika politik dan pemisahan peran antara calon presiden potensial dan pejabat publik menjadi sangat penting.
Seruan Najmuddin M Rasul kepada Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo untuk mundur dari jabatan mereka mencerminkan kekhawatiran terhadap dampak peran ganda dalam proses demokrasi.
Baca Juga: Isu Presiden Jokowi Cawe-Cawe di Pilpres 2024, Anies Baswedan Ungkap Ada Kekhawatiran Penjegalan
Perilaku pejabat publik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi warga, terutama pemilih muda.
Menjaga keberlanjutan demokrasi membutuhkan perilaku yang etis dan kepatuhan terhadap peraturan seperti yang terlihat di negara-negara demokrasi yang mapan.
Artikel ini telah tayang di republika.co.id dengan judul Prabowo dan Ganjar Diminta Mundur dari Jabatannya.***

Share this article
Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo dihimbau mundur diri jabatannya jelang Pilpres 2024 mendatang, kenapa?