AYOJAKARTA.COM - Bawaslu diduga bersikap tebang pilih, beda perlakuan terhadap kegiatan safari politik yang dilakukan oleh bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Pasalnya baru-baru ini bakal capres Ganjar Pranowo dikabarkan telah bersafari politik di Masjid Agung Banten.
Bawaslu diisukan memberikan peringatan dengan mengirim SMS Plus kepada bakal calon Anies Baswedan yang juga sempat bersafari politik.
Baca Juga: Pendiri PAN Soal Cawe-cawe Jelang Pemilu 2024: Jokowi Sudah Berubah
Akan tetapi Rahmat Bagja selaku Ketua Bawaslu RI menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengirimkan SMS Plus tersebut.
"Kami tidak pernah mengeluarkan SMS Plus, baik dari Bawaslu RI sampai dengan Bawaslu Kota," ungkap Rahmat Bagja dikutip Ayojakarta.com dari YouTube METRO TV, Jumat (2/6/2023).
"Kami tidak punya alat seperti itu, kami tidak melakukan pemesanan apapun tentang SMS Plus terhadap provider komunikasi, jadi SMS plus itu bukan dari Bawaslu," lanjutnya.
Baca Juga: Safari Kunjungan Anies Baswedan ke Masjid Berbuah Pesan Teguran, Apakah Benar jika Bawaslu RI Beda Perlakuan?
Rahmat Bagja menegaskan bahwa Bawaslu membuat surat himbauan bukan peringatan yang mana itu berlaku untuk semua capres.
"Kemudian kami telah membuat surat himbauan, bukan kemudian peringatan, tapi himbauan untuk tidak melakukan kampanye tempat ibadah," jelas Rahmat Bagja.
"dan perhatikan tempat ibadah sebagai tempat ibadah, bukan sosialisasi, dan itu pun berlaku kepada semua Capres," sambungnya.
Baca Juga: Aksi Ganjar Pranowo Safari Politik ke Masjid Agung Banten Bikin Gaduh, Bawaslu: Punya Etika Dong!
Terkait adanya isu beda perlakuan, Rahmat Bagja menjelaskan bahwa pihak Bawaslu sedang meneliti apa yang dilakukan oleh capres Ganjar Pranowo tersebut.
"Mengenai perbedaan perlakuan, tidak ada perbedaan perlakuan, pertama kami lagi meneliti apa yang dilakukan Pak Ganjar di Banten," ujar Rahmat Bagja.
"Sehingga apakah ini melanggar atau tidak, ini masih dalam proses, ini tempatnya di mana? kami dapat laporan pengawasan hadir di situ," tambahnya.
Bahkan Rahmat Bagja menyebutkan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu terhadap kegiatan safari politik capres bukan hanya pada Anies Baswedan saja.
"Bukan hanya Mas Anies yang ada Bawaslunya tapi tim nya ketika Pak Ganjar juga melakukan kegiatan untuk melakukan sosialisasi, kami selalu ada," ungkap Rahmat Bagja.
"Kita lagi kaji, apakah kejadiannya di tempat ibadah atau di pelataran masjid atau bagaimana, sedang dikaji bersama teman-teman," imbuhnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Gencar Safari Politik Jelang Pemilu 2024, Bolehkah? Ini Kata Bawaslu…
Secara tegas Rahmat Bagja menyampaikan bahwa diharapkan tempat ibadah untuk tidak dijadikan tempat sosialisasi politik.
"Kami harapkan bahwa jika ada termasuk wilayah komplek masjid, diharapkan tidak ada melakukan proses sosialisasi di situ dan prosesnya begitu cepat," ujar Rahmat Bagja.
"Nanti kami cek satu-persatu kejadiannya. Jadi perlakuannya sama, apa yang kemudian terjadi, inget enggak kejadian waktu di Banda Aceh Mas Anies, jadi kami mengingatkan kepada timnya Mas Anies," lanjutnya.***

Share this article
Berikut ini tanggapan Bawaslu terkait tudingan beda perlakuan hingga SMS Plus terkait safari politik Anies Baswedan di masjid.