AYOJAKARTA.COM - Menjadi calon presiden di Pilpres 2024, sosok Anies Baswedan masih belum sepenuhnya terbebas dari anggapan negatif.
Sebagaimana diketahui publik, sebelum menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta persaingan antara Anies Baswedan dengan Basuki Tjahaja Purnama berlangsung sengit.
Dikelilingi dengan berbagai rumor dan bentuk kampanye negatif, Anies Baswedan sempat mendapat label sebagai Gubernur Intoleran.
Baca Juga: Jika Susi Pudjiastuti Jadi Cawapres, Elektabilitas Anies Baswedan Disebut Akan Melesat Tinggi
Terlebih ketika dalam proses pemilihan gubernur sempat diwarnai kabar adanya aksi menolak menyolati jenazah terhadap warga yang berbeda pilihan.
Menyikapi adanya fenomena yang bertentangan dengan ajaran agama tersebut, dalam sebuah siniar bersama Rhenald Kasali Anies Baswedan memberi sanggahan.
Menurutnya, perilaku tidak menjunjung toleransi yang terjadi di tengah masyarakat kala itu merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Waktu itu disebutkan ada peristiwa jenazah yang tidak mau disholatkan, saya langsung datang, itu salah dan tidak boleh dilakukan,” jelas Anies Baswedan.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Masih Rendah, Susi Pudjiastuti Jadi Cawapres untuk Pendongkrak?
Setibanya di lokasi kejadian, Anies Baswedan mendapati fakta bahwa ambulance yang digunakan untuk membawa jenazah adalah milik partai pendukung Anies Baswedan dalam Pilgub.
“Ambulance yang digunakan pada waktu itu adalah ambulance milik Partai Gerindra,” imbuh Anies Baswedan.
Tidak berharap kampanye negatif terus berlanjut, Anies Baswedan kemudian membuat tulisan untuk menghentikan segala bentuk tindakan buruk.
Dalam tulisan tersebut, secara garis besar Anies Baswedan meminta agar umat Islam tidak termakan isu larangan menyolatkan jenazah bagi pendukung lawan politik.
“Jadi kami melihat ada yang menciptakan persepsi yang cukup efektif pada masa itu, kira-kira mau dilabelin ke Anies,” tambah Anies Baswedan.
Anies Baswedan menambahkan dalam proses Pemilu sering terjadi dan dilakukan upaya yang bertujuan memenangkan calon pilihan.
“Nah selesai kampanye, maka kita tunjukkan kenyataan, dan itu yang sekarang saya gunakan untuk menjawab setiap kali ada pertanyaan,” terang Anies Baswedan.
Baca Juga: Tanggapi Soal Prabowo-Ganjar Mesra dengan Jokowi, Anies Baswedan Akui Tidak Iri: Malah Ngrepotin
Selain mendatangi lokasi kejadian dan memberikan arahan agar tidak termakan isu yang merusak persatuan, Anies Baswedan juga menyikapi dengan tindakan.
Melalui program Bantuan Operasional Tempat Ibadah atau BOTI, Anies Baswedan menampik anggapan yang menyebut dirinya merupakan sosok intoleran.
Selain untuk keperluan operasional, Anies Baswedan juga memberi sejumlah bantuan yang diperuntukkan bagi jemaat Sekolah Minggu.
Baca Juga: Sudah Anggap Airlangga Sahabat, Anies Baswedan Malah Tak Dapat Dukungan dari Golkar, Ini Responsnya
Menyikapi proses pemilihan presiden yang akan berlangsung pada Februari 2024 mendatang, Anies Baswedan memberi himbauan.
Menurutnya, sikap saling menghormati, menghargai antara masing-masing peserta perlu terus digaungkan sehingga berjalan damai dan tidak merusak nilai persatuan.
“Saling menghargai dan menghormati di antara calon,” pungkasnya dikutip Ayojakarta pada Jumat 4 Agustus 2023 dari YouTube Rhenald Kasali.***

Share this article
Berikut ini jawaban Anies Baswedan terkait isu miring bahwa dirinya adalah pemimpin yang bersikap intoleran.