AYOJAKARTA.COM – Meskipun pemilihan Cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto menjadi pertibangan hak penuh baginya untuk memilih sendiri, sejumlah partai politik pendukungnya menilai Cawapres yang akan mendampingi memiliki karakter yang berbeda-beda.
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memberikan masukan untuk kriteria yang bisa dipertimbangkan oleh Prabowo Subianto. Adanya faktor wilayah, sipil, dan agamis juga perlu diperhatikan.
“Kita serahkan sepenuhnya kepada beliau walaupun PBB sudah memberikan kriteria, yang sebaiknya memang ada dari calon keluargawan, islam, sipil, itulah yang dapat kami berikan.” Ucap Ketua Umum Partai Bulan Bintang, yang dikutip Ayojakarta.com dari kanal youtube tvOneNews, Senin, 28 Agustus 2023.
Hal tersebut berbeda dengan partai partai yang lainnya, Jejeran beberapa partai pendukung seperti Golkar, PAN, PKB menyodorkan nama-nama yang dinilai bisa dipilih untuk mendampingi Prabowo dalam Pilpres tahun depan.
Partai PAN menyodorkan nama Erick Thohir sebagai orang yang akan mendampingi Prabowo, dari PKB menyodorkan nama Cak Imin, sedangkan Golkar menyodorkan Ketua umumnya yaitu Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Anies Baswedan dan AHY Menonton Pertunjukan Wayang Kulit, Isyarat Apa untuk Pemilu 2024?
Ketiga partai tersebut menilai bahwa nama-nama yang diajukan itu memiliki kelebihannya masing-masing, yang dapat dipertimbangkan oleh Prabowo untuk kedepannya.
“PAN mengajukan pak Erick Thohir dari jauh hari kanapa tentu pertimbangannya banyak, Golkar mengajukan pak Airlangga wajar pantas pemenang nomor dua, PKB hak duluan mengajukan Cak Imin.“ Ujar Zulkifli Hassan, Ketua Umum partai PAN.
Menurut salah satu pengamat politik Burhanuddin Muhtadi harus ada ukuran yang jelas untuk bisa diterima oleh partai-partai pendukung Prabowo, ukuran tersebut harus menjadi jaminan kemenangan bagi Prabowo seperti faktor electoral dan individu yang mumpuni.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Bertemu dengan Ulama dan Masyayikh Se-Indonesia, Bahas tentang Apa?
“Menurut saya wajar kalau setiap partai mempunyai keinginan subjektif agar tokohnya itu dipinang sebagai Cawapres, tapi masalahnya kursi Cawapres cuman satu sementara pendukung Prabowo banyak. Jadi menurut saya harus ada ukuran yang jelas apa yang bisa diterima oleh partai-partai Prabowo, salah satunya ukuran yang menjadi proses kemenangan Pak Prabowo.” Ujar Burhanuddin Muhtadi, selaku pakar politik.

Share this article
PBB memberikan masukan untuk kriteria yang bisa dipertimbangkan oleh Prabowo Subianto. Adanya faktor wilayah, sipil, dan agamis.