Sejarah Kelam di Balik Kemeriahan Panjat Pinang, Tradisi Sambut Kemerdekaan RI

panjat pinang
panjat pinang

 

AYOJAKARTA.COM--Memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-77 biasanya akan digelar beraneka perlombaan yang melibatkan semua peran serta masyarakat. 

Tua, muda, anak-anak akan berperan serta dalam lomba-lomba dengan semangat kebersamaan. 

Dari beragam lomba yang banyak digelar menyambut Kemerdekaan RI ada satu lomba yang khas dan menjadi tradisi saat Agustusan. Apakah itu? . 

Baca Juga: Sepak Bola Durian di Kebumen, Tradisi Unik Sambut Kemerdekaan. Tak Boleh Sembarangan Orang Bermain

Lomba panjat pinang namanya, satu dari sekian lomba sambut Agustusan yang wajib dan menjadi tradisi di masyarakat. Cara bermain Panjat pinang ini terbilang mudah-mudah sulit. 

Untuk bermain panjat pinang, bahan yang paling utama adalah pohon pinang, biasanya setinggi  6,4 meter. Pohon pinang ini sebelumnya dibersihkan dulu, kemudian diolesi pelumas, minyak biar licin. Pada bagian pucuk pohon digantungi beragam hadiah atau barang. Kemudian pohon itu ditanam di dalam tanah agak dalam biar tidak roboh. kadang lomba Panjat Pinang digelar di lapangan, ataupun  tanah lumpur yang becek.

Dalam bermain umumnya sistem beregu 4-5 orang, jadi satu regu awalnya diwakili satu orang untuk memanjat Pohon pinang itu. Sementara rekan-rekan satu timya membantu mendorong dari bawah agar teman tersebut berhasil meraih puncak.

Baca Juga: Mengenal Telok Abang, Tradisi Sambut Kemerdekaan di Palembang. Unik Banyak Disukai Anak-anak

Di sinilah bagian terseru dari panjat pinang. Adu kekompakan, kekuatan dan kecerdikan harus dilakukan untuk menaklukan pinang yang super licin itu. Sering ditemui pemandangan lucu dalam Panjat Pinang ini, tak jarang momen para peserta jatuh, roboh dan saling menimpa bikin heboh yang menontonnya. Pun momen konyol ketika celana peserta bisa  melorot saat sedang asyik panjat pinang.

Beragam hadiah digantung dalam pucuk pohon pinang itu. Ada peralatan dapur, panci, sapu, kemoceng, ember, gayung, mainan anak, tas, peralatan sekolah, sandal, sepeda. 

Bahkan hadiah mahal berupa elektronik juga disediakan, namun tidak digantung. Hanya diwakili kardus kemasannya saja, seperti TV, Kipas angin, DVD player dan lainnya. 

Namun sebenarnya bagaimana sejarah panjat pinang ini, sehingga bisa tradisi hingga saat ini? .

Baca Juga: 6 Tradisi Unik Sambut 17 Agustusan di Berbagai Daerah di Indonesia

Sejarah panjat pinang ternyata tak lepas dari masa penjajahan dulu. 

Panjat pinang berasal dari zaman penjajahan Belanda dulu. Lomba panjat pinang diadakan oleh orang Belanda jika sedang mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan lain-lain. Peserta yang mengikuti lomba ini adalah orang-orang pribumi.

Hadiahnya saat itu adalah bahan makanan seperti beras, tepung, roti, keju, gula dan pakaian yang mereka butuhkan. Bagi orang pribumi, hadiah itu masih tergolong mewah, tentulah merasa senang.

Baca Juga: 4 Lomba untuk Anak Sambut 17 Agustus, Ajarkan Sportivitas dan Kerjasama Tim

Panjat Pinang ini juga erat kaitannya dalam budaya Tionghoa.

Perayaan ini tercatat pertama kali pada masa Dinasi Ming (1368-1644). Awalnya panjat pinang ini merupakan sebuah permainan tradisional yang populer di China, dengan nama qiang gu.

Namun, permainan panjat pinang ini saat Dinasti Qing pernah dilarang pemerintah karena sering menimbulkan korban jiwa.

Bergulirnya waktu,  panjat pinang mulai dipraktikkan lagi di beberapa tempat di Taiwan berkaitan dengan perayaan Festival Hantu.  Saat itu   Taiwan berada di bawah pendudukan Jepang. Panjat pinang masih dijadikan satu permainan tradisi di berbagai lokasi di Taiwan dan sangat populer di  Fujian, Guangdong, Taiwan.

Baca Juga: Tes Kepribadian : Hal yang Kamu Takuti Ini Justru Menunjukkan Karaktermu!

Kemudian panjat pinang, menjadi sebuah tradisi untuk menyambut kemerdekaan RI setiap  tanggal 17 Agustus di Indonesia, yang lestari sampai kini.  Di balik Panjat pinang ini ternyata ada makna yang sangat kuat, terlebih bila dikaitkan dengan kemerdekan. Hal ini tak lepas dari tingginya pohon pinang yang harus dipanjat, bagaimana kerja keras untuk bisa naik sampai puncak dan mengambil hadiah tergantung di pucuk pohon.

Seperti perjuangan memperebutkan kemerdekaan membutuhkan perjuangan yang panjang, dengan pengorbanan dan hambatan yang luar biasa.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Panjat pinang
# hadiah
# sejarah

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).