AYOJAKARTA.COM--- Penjual dawet Kanjuruhan akhirnya muncul dan menampakkan dirinya. Kemunculan ini ditunggu banyak pihak yang ingin mencari kebenaran ucapannya terkait Tragedi Kanjuruhan.
Penjual dawet ini adalah seorang perempuan, paruh baya. Ia sempat mengaku berjualan dawet di stadio kanjurahan, Malang khususnya dekat gate 3.
Baca Juga: Presiden Arema FC Marathon Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Insiden Kanjuruhan
Beberapa hari pasca tragedi Kanjuruhan, ia sempat memberikan kesaksian melalui voice note (rekaman) yang kemudian beredar viral di banyak media.
Perempuan pedagang dawet yang kemudian diketahui bernama Suprapti Fauzi ini ternyata merupakan anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Baca Juga: Rizky Billar Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Ancaman Hukuman yang Menanti
Bahkan dalam poster yang beredar ia tampak mengucapkan Harlah ke-94 NU (1926-2020), dengan background partai Solidaritas Indonesia. Waktu itu tercantum identitasnya wakil Ketua DPD PSI kabupaten Malang.
Dalam voice note (rekaman), Suprapti kala itu menyebut bahwa bukan gas air mata penyebab korban berjatuhan di stadion Kanjuruhan.
"Cuman gas air matanya tidak terlalu, namun uyel-uyelane dan sodok-sodokan dan jejeg-jejegane sesama suporter, " ujarnya saat itu.
Perempuan ini juga menyebut ulah Aremania yang katanya berbau alkohol, banyak mabuk dan mengonsumsi obat terlarang.
Baca Juga: Bisikan Maut Putri Candrawathi ke Kuat Maruf Jadi Alasan Terbunuhnya Brigadir J, Alasan Cemburu?
"Wong suporter sebelumnya minum semua,yang meninggal pun banyak bau alkohol. Itu yang saya tolong, mas Nawi juga pemabuk,"ujarnya yang mengaku saat itu dawet dagangannya akan menjadi amukan suporter,
Namun ternyata setelah ditelusuri banyak orang, pejual dawet itu tidak pernah ada. Alias hanya mengaku-ngaku sebagai penjual dawet dan melakukan kebohongan.
Baca Juga: Di Lokasi Ini, Ayu Dewi Bongkar Regi Datau Salurkan Hasrat: Seminggu 3 Kali
Terbaru, sosok penjual dawet itu diketahui menyambangi rumah salah satu korban tragedi Kanjuruhan bernama Nawi Curva Nord.
Dalam video yang diunggah akun twitter @AremaniaCulture, Rabu (12/10/2022), tampak perempuan yang mengaku penjual dawet itu mengenakan kerudung keungunan muda, dan gamis cokelat susu.
Dia duduk lesehan, sementara di depannya sejumlah angggota keluarga dari Nawi Curva Nord.
"Saya bu Prapti memohon maaf karena berhubung dengan voice note (rekaman) yang beredar kemarin".
"Saya tidak ada tujuan apapun untuk menjelekkan nama almarhum. Demi Allah, saya lillahi ta'ala meminta maaf kepada panjengan, memohon dengan sangat, tolong maafkan saya jika ada kata saya yang salah ya mba," ujar perempuan itu.
"bukan tujuan saya untuk mencemarkan nama almarhum mas Nawi, tolong dimaafkan. Dan untuk mas-masnya saya minta maaf, tidak ada tujuan untuk menjelekkan siapapun di sini,".
"Demi Allah nggak ada settingan apa-apa dan saya bukan suruhan siapa-siapa. Mohon maaf yang sebesar-besarnya mbak Eka ya. Maaf ya mbak," ujar Prapti menangis sesenggukan bahkan bersimpuh.
Sementara itu, PSI langsung melakukan klarifikasi perihal sosok Suprapti. Terungkap bahwa Suprapti pernah menjadi pengurus DPD PSI Kabupaten Malang.
Baca Juga: Kapolri Umumkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Termasuk Direktur PT LIB, Begini Pelanggarannya
Hal tersebut diungkap Ketua DPD PSI Kabupaten Malang Yosea Suryo Widodo, Rabu (12/10/2022). Yosea mengakui yang bersangkutan merupakan kader partainya.
Namun, Suprapti sudah tak lagi memiliki jabatan di kepengurusan DPD PSI Kabupaten Malang sejak pertengahan 2020 lalu.
"Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020," kata Yosea.

Share this article
Sosok penjual dawet Kanjuruhan yang diburu banyak pihak, akhirnya muncul dan meminta maaf ke korban, PSI pun lantas memberikan klarifikasi