5 Kebohongan Asisten Rumah Tangga Ferdy Sambo pada Sidang Lanjutan Kasus Brigadir J, Ini Penjelasan Bharada E

ART Susi saat memberikan kesaksian terhadap Bharada E.
ART Susi saat memberikan kesaksian terhadap Bharada E.

AYOJAKARTA.COM – Bharada E mengungkapkan beberapa kebohongan yang dilakukan oleh Susi terhadap kesaksiannya pada sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer.

Pada hari Senin, 31 Oktober 2022, sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada E akhirnya dilanjutkan dengan mengundang saksi Susi, Asisten Rumah Tangga dari Ferdy Sambo.

Dalam persidangan tersebut, Susi mengatakan beberapa pertanyaan yang dinilai oleh Bharada E merupakan kebohongan dan kesaksian yang palsu.

Baca Juga: Anne Ratna Ceraikan Dedi Mulyadi: Aku Sudah Punya yang Baru, Lebih Enak dari Kamu

Baca Juga: Muncul Tanda Lingkaran Hijau dan Biru di Foto Profil WhatsApp, Ini Arti dan Perbedaannya!

Baca Juga: Sungguh Mulia! Ini Alasan Kang Dedi Mulyadi Datangi Sidang Perceraiannya dengan Menggunakan Angkutan Umum

Pada sebuah video cuplikan persidangan yang diunggah oleh akun TikTok @dioysius, Bharada E menjelaskan beberapa kesaksian dari Susi yang ia nilai sebagai kebohongan.

“Untuk keterangan dari saudara saksi ini masih banyak bohongnya,” ujarnya.

Kebohongan pertama yang dilakukan oleh Susi adalah pengakuannya bahwa Bharada E mengatakan kalimat ‘jangan gitu lah bang’ kepada Brigadir J, ketika almarhum hendak mengangkat Putri Candrawathi.

“Untuk yang pertama, waktu di tanggal 4. Katanya ada pelecehan. Saudara saksi mengatakan bahwa saya berkata ‘jangan gitu lah bang’, padahal saya tidak,” terang Bharada E.

Baca Juga: Terjawab! Boy San Blak-blakan Sebut Nama Artis Inisial R Pria Alim Pemeran Video Syur: Saya Bongkar

Baca Juga: Ada Apa dengan 1 November? Ditetapkan Sebagai Hari Vegan Sedunia, Begini Sejarahnya!

Selanjutnya, Bharada E mengatakan bahwa Susi telah memberikan keterangan palsu yang menyatakan bahwa Ferdy Sambo lebih sering tinggal di kediaman Saguling dibandingkan Bangka.

Padahal, kenyataannya Ferdy Sambo lebih sering berada di kediaman Bangka dan hanya ada di Saguling pada hari Sabtu dan Minggu saja.

“Kemudian, saudara saksi mengatakan bahwa pak FS lebih sering di Saguling dan saudara saksi sering menyediakan sarapan untuk FS. Pada kenyataannya, saudara FS ini lebih sering di kediaman Bangka. Sabtu, Minggu saja baru balik ke Saguling,” jelas Richard.

Kebohongan ketiga Susi lakukan ketika menjelaskan bahwa kediaman Duren Tiga menjadi tempat untuk isolasi mandiri ketika Ferdy Sambo terpapar COVID.

Padahal, Bharada E mengetahui bahwa semua isolasi mandiri baik dari FS maupun para ajudannya hanya dilaksanakan di kediaman Bangka.

Baca Juga: Dikabarkan Dekat dengan Boy William, Ayu Ting Ting Diramal Denny Darko Justru Akan Nikah dengan Sosok Ini

“Beberapa waktu lalu saudara FS terpapar COVID-19, setelah saya dan beberapa ajudan kena COVID. Untuk isolasinya dilaksanakan di kediaman Bangka. Setelah saudara FS kena COVID, anak perempuannya juga kena dan diisolasi di Bangka,” jelas Bharada E.

“Jadi, tidak ada isolasi yang dilaksanakan di Duren Tiga,” tambahnya.

Kebohongan keempat yang dilakukan oleh saksi Susi adalah kesaksiannya yang menyatakan bahwa Brigadir J tidak memiliki kamar di Saguling.

Bharada E membantah dan menyatakan bahwa almarhum Brigadir J memiliki kamar sendiri sebagai ajudan, bahkan barang-barang milik almarhum ada di kamar tersebut.

“Untuk saudara almarhum, tadi saksi menyatakan bahwa almarhum (Brigadir J) tidak memiliki kamar di Saguling. Saya ingin membantah, saudara almarhum memang memiliki kamar di Jalan Saguling. Kamar ajudan, itu emang barang-barang almarhum semua,” Bharada E menjelaskan kepada Majelis Hakim

Kebohongan terakhir yang dijelaskan oleh Bharada E adalah tentang Susi yang mengaku tidak melihat senpi laras panjang yang sebelumnya ditanyakan oleh jaksa.

“Ada lagi, untuk senpi laras panjang tadi ditanyakan juga sama jaksa. Menurut saya saudara saksi melihat, karena senpi laras panjang kan besar Yang Mulia, kami di mobil kan cuma berempat,” tutur Bharada E.

Kemudian, Majelis Hakim bertanya kepada Bharada E untuk memastikan kesaksian Susi yang menyatakan bahwa Brigadir J akan mengangkat Putri Chandrawati.

Hakim menanyakan apa tujuan dari Brigadir J melakukan hal tersebut, apakah karena sakit atau kenapa.

“Saya tidak tahu, beliau (Putri Candrawathi) sakit atau tidaknya. Saya pada saat itu di samping, Bang Yos manggil saya. Lalu, saya masuk ke dalam, almarhum minta tolong kepada saya untuk membantu mengangkat Ibu PC,” jawab Bharada E.

“Pada saat saya mendekat, saudara PC ini menggelengkan tangan kepada saya, jadi saya mundur,” pungkasnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Susi
# sidang
# Brigadir J
# Bharada E

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).