AYOJAKARTA.COM – Ferdy Sambo yang dikenal sebagai salah satu jenderal bintang dua paling ditakuti ternyata pernah ditodong pistol oleh mantan ajudannya sendiri, Adzan Romer.
Adzan Romer adalah ajudan Ferdy Sambo ketika masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri. Kejadian penodongan pistol tersebut terjadi setelah terjadi penembakan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat yang kerap disapa Brigadir J.
Peristiwa penembakan terhadap Yosua terjadi pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo ketika masih menjabat Kadiv Propam di Duren Tiga, Pasar Minggu.
Adzan Romer dua kali mengungkapkan bahwa dirinya sempat menodongkan pistol ke Ferdy Sambo dalam persidangan perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Baca Juga: Fakta Lain Tentang Ferdy Sambo, Versi Bripka RR: Gak Benar Tak Ada yang Berani Nolak Perintah FS
Pertama, ketika mantan ajudan Ferdy Sambo itu ditanya Hakim pada persidangan tanggal 31 Oktober 2022.
Kedua, ketika dia menjadi saksi di persidangan dengan terdakwa Kuat Ma’ruf dan Bripka Ricky Rizal atau RR pada 9 November 2022.
Namun, keputusan Adnan Romer menodongkan pistol ke arah komandannya yang berpangkaj Irjen Pol dan menjabat sebagai Kadiv Propam bukanlah perbuatan yang disengaja.
Dalam kesaksiannya di sidang pada 9 November, Adzan Romer mengatakan secara spontan mengangkat pistolnya miliknya begitu terdengar suara senjata api dari dalam rumah dinas Ferdy Sambo.
“Saya, karena kaget, refleks mengangkat senjata, menodongkan seperti itu (kepada Ferdy Sambo yang keluar dari rumah), terus Bapak (FS) angkat tangan dan berkata, ‘Ibu… Ibu di dalam’,” kata Adzan Romer menjawab pertanyaan dari kuasa hukum Bripka Ricky Rizal.
Ibu yang dimaksud mantan Kadiv Propam dalam penjelasan Adzan Romer adalah Putri Candrawathi, istri dari Ferdy Sambo.
Kesaksian serupa juga sempat disampaikan oleh Adzan Romer dalam persidangan pada persidangan Senin 31 Oktober 2022.
Dia sempat menodongkan pistol ke arah Ferdy Sambo lantaran terkejut saat masuk ke rumah dan bertemu atasannya seusai kejadian penembakan terhadap Yosua alias Brigadir J ketika itu.
Baca Juga: Daftar 73 Obat Sirup yang Ditarik oleh BPOM Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut: Masih akan Bertambah?
Baca Juga: PKH Tahap 4 2022 Cair November, Semoga Ya
“Saya kaget dan saya angkat senjata, saya todong FS,” ujar Romer menjawab pertanyaan Hakim.
“Pak FS angkat tangan?” tanya hakim melanjutkan.
“Iya saya todong bapak, terus angkat tangan, tidak pakai sarung tangan,” jawab Romer.
“Terus dia (FS) bilang 'Ibu, Ibu di dalam’ saya masuk ke dalam. Pak FS keluar kayak mencari ambulans gitu,” ungkap Adzan Romer.
Orang di rumah dinas Ferdy Sambo ketika terjadi penembakan terhadap Yosua
Adzan Romer menjelaskan saat di dalam rumah dinas Ferdy Sambo, dirinya bertemu dengan Bripka Ricky Rizal dan bertanya ada kejadian apa.
Namun, kata Romer, terdakwa Ricky tidak menjawab. Romer juga menyebut bertemu Kuat Ma’ruf dan Bharada E di dalam rumah.
“Ada korban di situ?” tanya hakim
“Ada,” jawab Romer.
Selanjutnya, Hakim bertanya: “Waktu kamu ketemu FS di pintu dapur, kamu liat gak FS itu megang senjata?”
“Tidak, tangan kosong,” jawab Romer.
Dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ada lima terdakwa. Mereka adalah Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.
Nama lainnya adalah Kuat Ma’ruf yang menjadi supir dan asisten rumah tangga atau ART di keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Satu lagi terdakwa adalah Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bhayangkara Dua (Bharada) E. Richard Eliezer berstatus sebagai justice collaborator di perkara tersebut.
Mendiang Yosua alias Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo di Pasar Minggu pada Jumat 8 Juli 2022.
Akibat perbuatannya, lima terdakwa itu disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 KUHP.***

Share this article
Ferdy Sambo pernah ditodong pistol oleh ajudannya sendiri, Adzan Romer, setelah terjadi penembakan terhadap Yosua