AYOJAKARTA.COM -16 November telah menjadi hari angklung sedunia dan ditampilkan pada Google Doodle.
Angklung tampil di Google Doodle sebagai simbolis peringatan haru angklung sedunia.
Ya, angklung merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sejak November 2010.
Seperti yang diketahui alat musik ini berasal dari tanah sunda, Jawa Barat.
Lalu bagaimana sejarah angklung? berikut ulasannya.
Baca Juga: Terungkap! Ferdy Sambo Sempat Minta AKBP Ridwan Soplanit untuk Tidak Menyebarluaskan Kasus Brigadir J
Dikutip AyoJakarta.com dari akun YouTube Tripologi TV pada Rabu (16/11/22), membagikan informasi terkait asal-usul atau mitos alat musik bambu ini.
Jadi, alat musik tradisional ini mulai ada sejak abad ke-12 sampai abad ke-16.
Dimana pada masa itu terdapat kerajaan Sunda yang menjadi awal mula lahirnya angklung.
Pada masa itu masyarakat sunda meyakini dengan memainkan alat musik yang berasal dari bambu tersebut dapat membuat Nyai Sri Pohaci yang dipercaya sebagai Dewi Kesuburan menjadi senang.
Nyai Sri Pohaci sendiri dipercaya lahir dari sebuah telur yang datangnya dari air mata naga yang telah hidup bersama para Dewa di dunia atas.
Baca Juga: Makin Nyeleneh! Skenarionya Terbongkar, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Malah Tanya Hal Tidak Penting Ini
Hingga akhirnya, Nyai Sri Pohaci meninggal dan Dewa guru memberi perintah agar tubuh dari Sri Pohaci ini dikubur di bumi.
Konon karena ia memiliki sifat yang baik dan hati yang suci, hingga membuat makam Nyai Sri Pohaci menumbuhkan beragam tanaman yang bermanfaat untuk tanah sunda.
Seperti tanaman padi yang dipercaya berasal dari kedua mata Sri Pohaci, dimana mata kanannya jadi nasi putih, mata kirinya jadi nasi merah.
Lalu kemudian paha Sri Pohaci dapat menumbuhkan bambu yang mana tanaman tersebut sangat bermanfaat untuk kebudayaan masyarakat sunda.
Bambu-bambu tersebut lah yang akan menjadi cikal bakal terbentuknya alat musik tradisional ini.
Baca Juga: Martin Simanjuntak Kuliti Putri Candrawathi Lagi, Sebut Bergaya Hedon hingga Ikut Arisan Brondong
Untuk itu, Nyai Sri Pohaci disebut sebagai Dewi kesuburan dan untuk membuatnya senang, maka masyarakat Sunda memainkan alat musik yang berasal dari bambu sebagai persembahan untuknya.
Selain itu angklung juga biasa dipakai atau dimainkan saat awal musim panen padi dan perayaan panen.
Hal itu dipercaya akan membuat Nyai Sri Pohaci membuat tanah Sunda jadi lebih subur dan hasil tanam yang melimpah ruah.***

Share this article
Ya, angklung merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sejak November 2010. Simak sejarahnya!