AYOJAKARTA.COM - Tanggal 13 Mei 2022 diketahui pegawai Koperasi Simpan Pinjam menemukan salah satu korban Kalideres sudah menjadi mayat ketika berkunjung ke rumah tersebut.
Pegawai Koperasi Simpan Pinjam berkunjung untuk melakukan survey rumah korban yang akan digadaikan namun malah menemukan mayat.
Sontak Pegawai Koperasi Simpan Pinjam yang menemukan satu korban Kalideres sudah menjadi mayat itu berteriak kaget.
Baca Juga: Pegawai Koperasi Terancam di Penjara Usai Bongkar Kematian Keluarga Kalideres, Begini Faktanya
Awalnya rumah tersebut hendak dijual namun belum sempat laku terjual, akhirnya korban berniat untuk menggadaikannya dengan harga senilai Rp1,2 miliar.
Kombes Hengki Hariyadi menyampaikan kronologi yang diceritakan saksi kepadanya terkait penemuan satu korban Kalideres yang sudah menjadi mayat sejak Mei 2022 itu.
Saat mengunjungi rumah korban pegawai Koperasi Simpan Pinjam itu sempat mencium bau tidak sedap ketika masuk.
Baca Juga: Salah Satu Keluarga Kalideres Meminta Saksi untuk Menutupi Kematian Sejak Mei
"Pada saat itu diterima oleh almarhum Budianto begitu membuka gerbang langsung terasa bau busuk yang luar biasa pada 13 Mei," ujar Hengki Hariyadi dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Kamis (24/11/2022).
"Ditanyakan pada pihak rumah 'ko bau seperti ini?', dijawab bahwa 'ini adalah got yang lupa dibersihkan'," sambungnya.
Pegawai Koperasi itu menunjukan sertifikat rumah atas nama Reni Margaretha yakni ibu dari Dian.
"Kemudian masuk ke dalam rumah, kemudian diminta perlihatkan sertifikat rumah ternyata sertifikatnya atas nama almarhumah Reni Margaretha, ibu dari Dian," ujar Hengki.
"Kemudian ditanyakan 'ibu Reni ada di mana?',(dijawab) 'sedang tidur di dalam'," sambungnya.
Setelah itu, Hengki menceritakan pegawai Koperasi tersebut akhirnya masuk dan malah mencium bau yang lebih busuk lagi.
"Kemudian pegawai koperasi simpan pinjam ini mengajak diantarkan untuk masuk ke dalam kamar, begitu pintu kamar dibuka, pegawai ini masuk, menyeruak bau yang lebih busuk lagi," kata Hengki.
"'Dimana ibunya?' (tanya pegawai koperasi) 'ini lagi tidur tapi jangan hidupkan lampu, karena ibu saya sensitif terhadap cahaya' kata anak atas nama Dian," lanjutnya.
Pegawai Koperasi merasa aneh dan curiga akhirnya menyalakan senter ponselnya dan melihat jasad Reni Margaretha sudah menjadi mayat.
"Dipegang-pegang (tubuh Reni), ini agak curiga, tanpa sepengetahuan Dian, pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash HPnya," tutur Hengki.
"Begitu dilihat langsung yang bersangkutan teriak takbir 'Allahuakbar, ini sudah mayat', itu tanggal 13 Mei," sambungnya.
Anehnya, Dian hanya menjawab bahwa ibunya masih hidup lalu ia masih memberikan susu dan menyisir rambut ibunya.
"Jawaban dari pada Dian 'Ibu saya ini masih hidup, tiap hari masih saya berikan minum susu, kemudian sambil menyisir rambutnya rontok semua', jelas Hengki.
Mengetahui hal itu pegawai kabur dari rumah tersebut namun tidak langsung melaporkan ke pihak yang berwajib.***

Share this article
Kesaksian pegawai Koperasi SImpan Pinjam soal satu keluarga tewas di Kalideres, ternyata sang ibu sudah meninggal sejak Mei lalu.