AYOJAKARTA.COM - Upaya evakuasi masih terus dilakukan dalam masa tanggap darurat gempa Cianjur yang telah disepakati oleh BPBD setempat.
Bencana gempa bumi kembali mengguncang Kabupaten Cianjur setelah gempa berkekuatan 5,6 SR Magnitudo yang juga mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat.
Sebelumnya, ada sembilan daerah selain Kabupaten Cianjur yang terdampak gempa kemarin, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Garut, dan Kota Bekasi.
Baca Juga: Gempa Bumi Susulan Kembali Mengguncang Kabupaten Cianjur, BMKG Laporkan Berkekuatan 2,1 SR
Dikutip AyoJakarta.com dari jatim.suara.com dan jabar.suara.com oleh AyoJakarta.Com pada 26 November 2022, diketahui ada puluhan guru tewas dan korban meninggal masih bertambah.
Guru-guru yang meninggal dunia ini, akibat tertimbun reruntuhan bangunan serta material longsor akibat bencana ikutan dari gempa bumi.
"Saya laporkan akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur ada 56 guru meninggal dunia. Tentu kita sangat berduka," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri HUT PGRI ke-77 di Ngampah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Baca Juga: Kabar Bangkrut Hoax? Lesti Billar Malah Donasi Rp500 Juta untuk Korban Gempa Cianjur
Selain itu, masih banyak penyintas atau pengungsi bencana gempa bumi Cianjur yang membutuhkan bantuan logistik seperti makanan, alas tidur, susu, pakaian, selimut, dan lainnya.
"Kita terus melakukan penanganan pasca gempa. Sekarang saya juga akan ke lokasi lagi menyalurkan logistik ke lokasi yang belum terjangkau," terang Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.
Terpisah, Ketua PGRI Jawa Barat Dede Amar menjelaskan, selain 59 guru meninggal, ada 500 guru lain mengalami luka-luka, serta beberapa infrastruktur pendidikan hancur akibat bencana gempa bumi Cianjur.
Baca Juga: Cianjur Masih Diguncang Gempa Sabtu 26 November 2022, Warga Terus Waspada
"Sebelum KBM dimulai, PGRI mendorong untuk menumbuhkan semangat anak dulu. Semangat belajar dan pulih dari trauma. Nanti kita juga bersama Pemprov Jabar turunkan tim trauma healing. Dari perhimpunan kita juga menggalang donasi dan posko di lokasi," terang Dede Amar.
Sementara itu, pencarian korban bencana alam gempa bumi Cianjur, Jawa Barat terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan Polri, TNI, dan Basarnas di sejumlah titik.
Dalam pencarian hari keenam ini, Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri menurunkan 26 personel ke Kampung Cugenang, Desa Cijedil.
Dikutip dari suara.jatim.com, hingga 25 November 2022, terdapat 310 orang meninggal dunia. Gempa juga mengakibatkan kerusakan 363 sekolah, 144 rumah ibadah, tiga fasilitas kesehatan, dan 16 perkantoran. Terdapat 1.120 kepala keluarga mengungsi yang terdiri atas 58.362 jiwa.***

Share this article
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil buka suara soal kabar ada 56 guru meninggal dunia akibat gempa bumi Cianjur, akan terjun langsung ke lokasi.