AYOJAKARTA.COM--Sebuah fakta mengejutkan terungkap pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J, yaitu perihal aliran dana dengan besaran 200 juta rupiah dari rekening Brigadir J ke rekening Bripka RR.
Pasalnya, transaksi tersebut terjadi pada tanggal 11 Juli 2022, setelah kematian Brigadir J akibat kejadian tembak menembak di kediaman Ferdy Sambo.
Hal ini kemudian menjadi pertanyaan besar di kepala sebagian besar orang, termasuk dari pihak kuasa hukum Brigadir J itu sendiri.
Baca Juga: Babak Baru Soal Uang di Rekening Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak Bantah Milik Ferdy Sambo
Sementara itu, Ferdy Sambo sempat mengaku bahwa uang tersebut adalah miliknya yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Uang tersebut ditransfer menuju rekening Bripka RR untuk dikelola lebih lanjut karena Brigadir J sudah meninggal.
Di sisi lain, kuasa hukum keluarga Brigadir J menaruh curiga terhadap uang yang nominalnya sangat besar tersebut.
Martin Lukas Simanjuntak merasa ada kejanggalan yang terjadi tentang bagaimana seorang Ferdy Sambo bisa memiliki uang 200 juta untuk kebutuhan bulanannya pada setiap rumahnya.
Dari situ, kemudian bisa diambil kesimpulan bahwa Ferdy Sambo akan menghabiskan uang sebesar 600 juta untuk operasional ketiga rumah yang dimilikinya.
"Bagaimana orang ini bisa memberikan uang kepada ajudan, menurut versi Sambo untuk tiga dapur dan masing-masing Rp200 juta. Sedangkan dia pendapatannya yang kita tahu hanya Rp35 juta," kata Martin di program Satu Meja The Forum, KOMPAS TV.
Baca Juga: Misteri Rp100 Triliun Kurang 1 Rupiah di Rekening Yosua: Ini Penjelasan PPATK, Ternyata oh Ternyata
Martin Lukas Simanjuntak merasa harus ada penelusuran tentang sumber kekayaan dari Ferdy Sambo tersebut melihat kekayaan yang dimilikinya.
"Tentu masih khawatir, kita tahu seberapa kaya orang ini. Kaya dalam tanda petik, karena kekayaannya menurut saya perlu diteliti ulang apakah legal atau ilegal," ungkap Martin.
Tak hanya itu saja, pengacara keluarga Brigadir ini juga merasa bahwa Ferdy Sambo mungkin masih memiliki ‘kartu truf’ sebagai kunci kekuatan FS selama ini.
Ia juga menyinggung perihal buku hitam yang sebelumnya pernah ramai diperbincangkan dari kalangan masyarakat maupun media.
"Saya yakin sampai saat ini yang bersangkutan masih memiliki kuncian manakala dalam pekerjaan mungkin saja yang bersangkutan memiliki kartu-kartu truf tertentu yang mungkin saja dicatat dalam buku hitam yang dibawa oleh Ferdy Sambo," terang Martin.

Share this article
Terungkap pengeluaran rumah tangga bulanan Ferdy Sambo hingga mencapai Rp 600 juta untuk 3 rumahnya, sementara gajinya hanya puluhan juta