AYOJAKARTA.COM--Dosen Fakultas Teknik Geologi Unpad, Dr. Ir. Ismawan, M.T mengungkapkan pendapatnya tentang gempa Cianjur yang dinilai sangat berbahaya.
Sebelumnya, telah terjadi gempa bumi di Cianjur pada hari Senin (21/11/2022) yang mengakibatkan ratusan bangunan rusak, ratusan korban jiwa, serta mengakibatkan ribuan orang harus mengungsi.
Gempa tersebut diketahui memiliki pusat gempa di darat akibat dari pergerakan sesar yang ada di daerah tersebut.
Baca Juga: Jakarta dalam Bahaya! Aktivitas Sesar Cimandiri, Sesar Baribis dan Gempa Bumi Megathrust 8,9 SR
Berkaitan dengan hal ini, Ismawan berpendapat bahwa sesar darat bisa berdampak cukup besar, bahkan ketika gempa yang terjadi hanya berkekuatan kecil.
Ismawan mengatakan bahwa sesar darat memang tidak akan menimbulkan tsunami, tetapi kerusakan yang terjadi bisa lebih besar.
“Sesar-sesar yang di darat memang tidak akan menimbulkan tsunami, tetapi akibat primernya itu gedung-gedung banyak yang roboh. Kalau kedalamannya cukup dangkal, gempa kecil pun bisa merusak,” ujarnya.
Baca Juga: Gempa yang Guncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Berkekuatan M 4,6 Tidak Berpotensi Tsunami
Dari bencana alam gempa bumi yang terjadi baru-baru ini, Ismawan berharap masyarakat bisa lebih berhati-hati dan menjadikan bencana alam ini sebagai pelajaran.
Apalagi berkaitan dengan patahan yang menjadi penyebab dari gempa bumi tidak pernah disinggung di daerah Cianjur, tetapi ternyata telah terjadi gempa yang cukup besar.
“Kemarin kejadian satu daerah yang selama ini tidak disinggung ada patahan ternyata menghasilkan gempa bumi cukup besar. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran,” tutur Ismawan.
Baca Juga: 318 Korban Tewas, 14 Orang Hilang, Begini Situasi Terkini Pasca Gempa Cianjur!
Ismawan juga menjelaskan bahwa dampak dari peristiwa gempa bumi tidak hanya dinilai dari besar kekuatan magnitudonya, tetapi juga dari kedalamannya.
Gempa yang terjadi dengan magnitudo tidak terlalu besar akan berpotensi menimbulkan efek yang signifikan apabila kedalamannya dangkal.
Dosen Unpad ini juga berharap agar masyarakat teredukasi dan mendapatkan sosialisasi mengenai bahaya dari gempa tektonik.
Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di jalur patahan, seharusnya bisa sadar dengan potensi dari sesar yang ada.
Ia juga mengatakan bahwa daerah yang jauh dari patahan tidak menutup kemungkinan akan terjadi gempa di kemudian hari.
“Meskipun di daerah kita disebutkan jauh dari patahan, kita tidak tahu ternyata ada beberapa retakan yang mungkin kita belum tahu,” kata Ismawan.

Share this article
Terungkap fakta terkait sesar darat penyebab Gempa Cianjur, Dosen Unpad Ismawan mengatakan tak berpotensi tsunami, namun sangat bahaya