Sengaja Dirusak untuk Hilangkan Barang Bukti! 26 Kali DVR CCTV Rumah Ferdy Sambo Dimatikan Paksa

Ilustrasi: Sengaja Dirusak untuk Hilangkan Barang Bukti! 26 Kali DVR CCTV Rumah Ferdy Sambo Dimatikan Paksa
Ilustrasi: Sengaja Dirusak untuk Hilangkan Barang Bukti! 26 Kali DVR CCTV Rumah Ferdy Sambo Dimatikan Paksa

AYOJAKARTA.COM - Akal-akalan Ferdy Sambo tak hanya sampai rencana penembakan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Ferdy Sambo ternyata juga membuat skenario untuk menghapus jejak kasusnya seperti merusak DVR CCTV.

Terungkap fakta baru di persidangan kasus pembunuhan Brigadir kemarin, Kamis (1/12/ 2022) bahwa DVR CCTV yang menjadi barang bukti malah sengaja dirusak untuk menghilangkan data hasil rekaman.

Baca Juga: Terkuak Fakta: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Jarang Seranjang hingga Sering Pulang Larut Malam

Pasalnya DVR CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo, Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan itu merupakan kunci dari kasus pembunuhan Brigadir J yang menunjukkan bahwa almarhum masih hidup setelah terdakwa datang ke TKP.

Diungkapkan bahwa ternyata DVR CCTV tersebut sengaja dimatikan hingga 26 kali, sehingga file yang tersimpan tidak dapat terdeteksi.

Tim Puslabfor Polri menerima barang bukti berupa DVR CCTV dan hardisk dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Baca Juga: Tega! Ferdy Sambo Tertawa Usai Bunuh Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak: Itu Merupakan SMS

Hery Priyanto yang merupakan anggota Puslabfor mengungkapkan bahwa barang bukti yang mereka terima sudah dalam keadaan rusak.

"Ada pertama kami telah melakukan pemeriksan di kasus ini satu unit hardisk warna hitam, kedua adalah terhadap barbuk digital unit DVR, dan satu buah microsoft surface hitam dalam keadaan terurai atau rusak," ujar Hery Priyanto dikutip Ayojakarta pada laman suara.com dengan judul "Anggota Puslabfor Ungkap Pemicu Rusaknya DVR CCTV Kasus Brigadir J, Dimatikan Paksa Sebanyak 26 Kali".

"Yang nyerahin DVR?" tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca Juga: Tangisan Pilu Ayah Richard Eliezer Hingga Minta Ferdy Sambo Harus Jantan dan Lakukan Ini

"DVR itu dari Polres Jaksel," ungkap Hery Priyanto

Kemudian Hery juga mengungkapkan kepada JPU bahwa hardisk yang diterima hanya satu dengan kapasitas 1 TB.

"Berapa hardisk?" tanya JPU.

Baca Juga: Nyanyian Ferdy Sambo soal Setoran Tambang Ilegal dan BAP Bikin Gerah, Begini Tanggapan Kabareskrim

"Satu, kapasitas 1 TB," jawab Hery Priyanto.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata didapatkan bahwa hardisk tidak terdeteksi dalam sistem DVR bahkan tim Puslabfor Polri menemukan tidak ada file yang tersimpan dalam hardisk tersebut.

"Selanjutnya kami lakukan pemeriksaan metode forensik, kami temukan hardisk tersebut tidak dikenali sebagai file sistem, dan tidak terdapat file apapun," jelas Hery.

Baca Juga: Bharada E Ngaku Sempat Bohongi Kapolri soal Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ada Intervensi dari Ferdy Sambo?

Hery menjelaskan, setelah dianalasa terdapat jejak digital berupa abnormal shutdown alias DVR dimatikan secara tidak normal.

Total sebanyak 26 kali DVR tersebut dimatikan paksa yakni pada tanggal 13 Juli 2022 dimatikan sebanyak 17 kali, pada 12 Juli 2022 sebanyak tujuh kali, kemudian pada 10 dan 8 Juli 2022 masing-masing satu kali.

"Kami temukan jejak digital berupa abnormal shutdown, pada tanggal 13 Juli 2022 sebanyak 17 kali. 12 Juli 2022 sebanyak tujuh kali, 10 Juli sebanyak satu kali, dan 8 Juli sebanyak satu kali," ungkap Hery.

Baca Juga: Sebelum Tembak Yosua, Bharada E Sempat Berdoa: Tuhan, Kalau Bisa Ubah Pikiran Pak Ferdy Sambo

Proses mematikan paksa sebuah DVR dapat berpengaruh pada sistem penyimpanan yang mengakibatkan file yang berada dalam DVR tersebut tidak dapat terdeteksi.

"Efeknya apa?" tanya JPU.

"Efeknya pengaruh tersebut bisa berpengaruh kepada sistem penyimpanan yang ads di DVR tersebut," jelas Hery.

Baca Juga: Krishna Murti Beberkan Motif Sebenarnya Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Faktanya...

"Hilang?" tanya JPU.

"Bisa, atau tidak terdeketsi. Karena ketika DVR kita nyalakan seperti sebuah komputer, memiliki sistem hardisk yang mana merekam kegiatan. Ketika berputar, kita matikan secara tidak normal mati paksa maka akan terkunci," jawab Hery.

Bahkan akibat fatal jika dimatikan secara paksa berulang kali, hardisk tersebut bisa rusak.

"Namun ada beberapa kali, dua kali sampai tiga kali maka akan timbul dari beberapa kasus hardisk tersebut tidak terbaca akan rusak. Hardisk tersebut akan rusak di dalamnya," jelas Hery.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Hery Priyanto
# Brigadir J
# fakta
# DVR
# JPU
# Ferdy Sambo
# barang bukti
# CCTV

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.