AYOJAKARTA.COM - Peristiwa tragis terjadi di Magelang dengan ditemukannya tiga orang tewas di dalam sebuah rumah karena keracunan sianida.
Mereka adalah sepasang suami istri dan anaknya yang ditemukan terkapar di dalam kamar mandi.
Ketiganya tewas setelah tubuhnya bereaksi dengan kandungan sianida pada minuman yang mereka minum.
Nahasnya, minuman mengandung sianida itu diberikan dengan sengaja oleh anak bungsu dari korban.
Baca Juga: 6 Fakta Pembunuhan Keluarga dengan Racun Sianida di Magelang, Sungguh Menyayat Hati!
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Rabu (14/12/2022), korban pembunuhan adalah Abas Azhari (58), istrinya yaitu Heri Riani (54) dan anak pertama mereka Dea Khairunisa (25).
Pada saat ditemukan, ketiga korban sudah dalam keadaan tewas.
Tim Resmob, unit identifikasi, Intelkam dan anggota Polsek segera melakuan olah TKP.
Kejanggalan pertama yang ditemukan pihak kepolisian adalah anak bungsu dari korban tidak mengizinkan adanya autopsi kepada tubuh korban.
Sedangkan keluarga yang lain menginginkan autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian mereka.
Saat polisi melakukan pemeriksaan lebih lanjut, pelaku yang merupakan anak bungsu korban mengakui bahwa telah melakukan pembunuhan menggunakan zat kimia sianida.
Adalah Deo Daffa Syahdilla, pria berumur 22 tahun yang tega menghabisi keluarganya sendiri.
Deo bahkan sudah melakukan dua kali percobaan pembunuhan.
Percobaan pertama dilakukan pada 17 November 2022 dan tidak berhasil.
Baca Juga: Satu Keluarga di Magelang Tewas Diracun, Pelaku Sempat Masukan Zat Ini ke Minuman
Pelaku meracuni keluarganya dengan zat kimia berbahaya yang dibeli melalui online.
Zat kimia berbahaya tersebut ia campurkan dengan es dawet yang kemudian pelaku berikan kepada keluarganya.
Pada percobaan pembunuhan kedua di tanggal 23 November 2022, Deo kembali mencampurkan zat berbahaya yaitu arsenik dan sianida pada teh milik ibu dan bapaknya kemudian juga es kopi milik kakaknya.
Polisi menemukan barang bukti berupa zat kimia tersebut di dalam mobil sewaan Deo.
Ada pula gelas dan sendok yang digunakan pelaku untuk mencampur racun dengan minuman.
Pelaku mengaku motif pembunuhan ini adalah karena rasa sakit hatinya yang diperlakukan berbeda dari kakaknya.
“Karena rasa sakit hati yang terpendam sudah lama dan juga orang tua menagih hasil investasi yang sudah saya janjikan. Sakit hati yang saya alami itu sejak dari awal SMA saya mulai dibedakan di dalam keluarga,” ungkap Deo.
Deo nekat membeli arsenik dan sianida untuk mengeksekusi keluarganya karena terinspirasi dari kasus pembunuhan Munir dan Jessica Wongso.
“Untuk yang arsenik terinspirasi dari kasus Munir sedangkan yang sianida terinspirasi dari kasus Jessica dan juga sate di Bantul,” ujar Deo.
Selain merasa sakit hati karena perlakuan keluarganya, penyebab lain adalah karena sang ayah menagih uang Rp 400 juta yang dihabiskan Deo untuk berfoya-foya.
Deo meminta uang kepada orang tuanya dengan alasan ingin melakukan investasi yang menjanjikan namun ternyata uang tersebut ia gunakan untuk kebutuhan pribadinya.***

Share this article
Berikut babak baru kasus sianida di Magelang, pelaku mengaku terinspirasi kasus Jessica Wongso dan Munir.