AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi susulan (aftershock) masih mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Hingga hari ini, Kamis 15 Desember 2022, pukul 18:00 WIB tercatat sudah 418 kali terjadi gempa susulan di wilayah ini.
Terakhir, aftershock terjadi pada pukul 08:56:56 WIB pagi tadi, dengan Magnitudo 1.9.
Baca Juga: Gempa Susulan Cianjur Total Sebanyak 418 Kali Per Hari Ini, Tak Ada Potensi Tsunami dan Mulai Stabil
Melalui akun resmi Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari ini, menginformasikan bahwa terjadi gempa susulan M 1.9 di 6 kilometer Barat Daya Kabupaten Cianjur, dengan kedalaman 10 kilometer."
Pusat gempa berada pada koordinat 6,85 Lintang Selatan (LS), dan 107,09 Bujur Timur (BT). BMKG belum menginformasikan tentang wilayah mana saja yang merasakan getaran gempa.
BMKG menekankan, informasi tersebut diambil beberapa menit setelah terjadi gempa.
"Parameter gempa dapat berubah dan boleh jadi belum akurat, kecuali telah dianalisis ulang seismolog," ujar BMKG.
Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyatakan, sudah terjadi lebih dari 400-an aftershock. "417 gempa susulan di Cugenang, Cianjur, Mulai Stabil", ucap Daryono melalui unggahan di akun Twitternya pada Kamis 15 Desember 2022, pukul 06:28 WIB.
Daryono menyatakan kekuatan dan frekuensi ratusan gempa susulan tersebut semakin lama semakin melemah.
Baca Juga: Sesar Naik Flores Sebabkan Gempa Bumi Bali dan Beberapa Kali jadi Sumber Gempa Mematikan
Infomasi yang disampaikan Daryono tersebut terjadi sebelum gempa susulan berkekuatan M 1.9. Artinya, gempa ini menjadi gempa susulan ke 418.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mencatat, total gempa bumi susulan (Aftershock) dari gempa utama 5.6 magnitude di Kabupaten Cianjur, Jabar per hari ini (Kamis, 15 Desember 2022) telah terjadi 418 aftershock.
Sedangkan, menurut Data BMKG Jawa Barat menunjukkan gempa susulan atau aftershock semakin mengecil per 21 November hingga hari ini, Kamis 15 Desember 2022.
Baca Juga: Sesar Baribis Aktif Didasarkan dari Alat Deteksi Gempa, Ahli: Takutnya Sedang Mengakumulasi Energi
Tercatat, gempa susulan yang terjadi sejak gempa utama magnitude 5,6 di Kabupaten Cianjur per 21 November 2022 sebanyak 104 kali, lalu pada 22 November 2022, 55 kali.
Kemudian gempa susulan pada 23 November 2022 sebanyak 20 kali, 24 November 2022 35 kali aftershock.
Pada 25 November 2022 tercatat 37 kali, lalu di 26 November 2022 sebanyak 18 kali.
Baca Juga: Gempa Bumi di Bali Magnitudo 5,2, Mana Saja Wilayah yang Terdampak? Simak Selengkapnya di Sini
Pada 27 November 2022 tercatat 25 aftershock, dan di 28 November 2022, 19 kali.
Pada 29 November 2022, aftershock sebanyak 23 kali, di 30 November 2022 sebanyak 12 kali.
Kemudian 1 Desember 2022 sebanyak 15 kali, 2 Desember 2022 13 kali dan 3 Desember 2022, aftershock hanya 4 kali.
Baca Juga: Sejarah Gempa Merusak di Karangasem Bali, Terjadi Sejak Tahun 1963 dengan Magnitudo 5,9
Tercatat pada 4 Desember naik menjadi 6 kali, 5 Desember tercatat 3 aftershock.
6 Desember terjadi 6 gempa susulan, 7 Desember 3 gempa susulan, 8 Desember naik menjadi 8 gempa susulan.
Pada 9 Desember tercatat bertambah 2 kali aftershock. Kemudian 11 Desember 2022 terjadi 2 kali.
Pada 12 Desember 2022 aftershock nihil, dan tanggal 13-14 Desember 2022 ada peningkatan cukup signifikan yakni 7 kali aftershock.
Baca Juga: Pengertian Gempa Megathrust dan Sejarahnya di Pulau Jawa: Ternyata Sudah Terjadi Berulang Kali!
Dan terakhir hari ini, 15 Desember terjadi 1 kali aftershock.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jawa Barat tercatat gempa susulan tertinggi magnitude 4.3 dan terkecil magnitude 1.0.
Ratusan gempa tersebut merupakan efek dari gempa bermagnitudo 5.6 yang sempat mengguncang Cianjur. Gempa besar ini terjadi pada 21 November lalu.
Gempa di Cianjur menyebabkan lebih dari 334 orang meninggal dunia, 593 luka berat. Tercatat, 114.683 jiwa mengungsi.***

Share this article
Gempa susulan M 1,9 yang mengguncang Cianjur hari ini menjadi gempa ke 418 setelah gempa utama yang terjadi pada November lalu.