AYOJAKARTA.COM – Dokter Tifa yang sempat viral karena mempertanyakan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi), kini mengkritisi proyek IKN yang dinilai terlalu ambisius.
Diketahui bahwa Dokter Tifa merupakan ahli epidemiologi lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) dan juga merupakan aktivis media sosial.
Dokter Tifa yang memiliki nama lengkap Tifauzia Tyassuma ini kerap kali melemparkan kritik kepada Jokowi maupun pemerintahannya.
Baca Juga: Bikin Ulah Lagi! Dokter Tifa Kembali Senggol Jokowi Soal Hal Ini, Warganet: Kapan Pensiun Nyinyir?
Diketahui, Jokowi membutuhkan investor asing untuk proyek senilai Rp466 triliun sebelum masa pensiunnya.
Proyek tersubut adalah Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terlihat menarik di brosur namun ternyata tidak ada pembiayaan secara jelas.
Bahkan media asing Bloomberg dan Strait Times baru-baru ini menyoroti proyek IKN dan menyebutkannya ‘berantakan’.
Hal ini juga disinggung oleh Dokter Tifa dalam salah satu tweet-nya yang mengatakan pemerintah Indonesia tidak punya uang dan adanya keterpurukan ekonomi secara global.
"Bbrp hari ini heboh, artikel Bloomberg komentar ttg Proyek ambisius Pres. Jokowi utk membangun IKN. 1) Uang tdk punya 2) Keterpurukan ekonomi secara global Saat ini PD III makin panas. Investor akan inves ke alat perang bukan ke hal yg msh di awang2," tulis Dokter Tifa pada akun Twitter-nya pada Senin, 19 Desember 2022.
Hingga saat ini Presiden Jokowi masih secara gencar mencari investor luar untuk membiayai proyek IKN, padahal waktu pensiunnya hanya tinggal 18 bulan lagi.
Dikabarkan bahwa 81% proyek IKN bergantung pada dana luar, namun masih belum ada satu pun investor asing yang menandatangani kontrak yang mengikat untuk mendanai proyek IKN.
Belum menemukannya investor ini sudah bisa terhitung selama 3 tahun sejak proyek IKN pertama kalinya diumumkan.
Investor asing diklaim memiliki minat yang tinggi, namun nyatanya calon investor hanya menandatangani letter of intent, tanpa adanya komitmen tegas untuk pembiayaan secara nyata.
Terdengar kabar bahwa minat investasi sudah melebihi 25 kali, tapi kabar ini tidak didukung oleh adanya penjelasan ada kontrak mengikat yang sudah ditandatangani.
Ada beberapa alasan kenapa investor asing kurang tertarik dengan proyek IKN, salah satunya adalah karena investor belum yakin mereka akan mendapat keuntungan jika berinvestasi dalam proyek ini.
Alasan selanjutnya adalah adanya penundaan proyek karena adanya pandemi membuat investor ragu dan ditambah lagi proyek yang dicetuskan dalam masa pemerintahan Jokowi ini ada di saat Jokowi hampir pensiun.
Adapun ancaman resesi global yang akan menyerang dunia. Hal ini mengakibatkan banyak negara lebih mengutamakan pendanaan untuk agenda domestiknya dibandingkan untuk investasi di negara lain.
Sebelumnya Indonesia pernah memiliki masalah dengan proyek MRT yang tertunda hampir 30 tahun karena adanya kendala lahan dan pendanaan. Ini tentu menambah kekhawatiran investor asing untuk berinvestasi.***

Share this article
Dokter Tifa mengkritisi Presiden Jokowi dalam proyek IKN yang dinilai terlalu ambisius, sebut tak punya uang.