AYOJAKARTA.COM - Dokter Tifa yang kerap kali mengkritisi masalah politik termasuk Presiden Jokowi beserta pemerintahannya, kali ini mencemooh teknologi gempa BMKG.
Tifauzia Tyassuma atau yang lebih dikenal sebagai dokter Tifa sempat viral karena tudingannya yang menganggap Jokowi memiliki ijazah palsu.
Diketahui bahwa dokter Tifa merupakan ahli epidemiologi lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) dan juga merupakan aktivis media sosial.
Dokter Tifa kembali menghebohkan publik karena mengunggah tweet berisi prediksi gempa dan tsunami yang akan terjadi di darantara tanggal 20 Desember 2022-23 Januari 2023.
Baca Juga: Menguak Fakta Sejarah Tsunami Besar di Pantai Selatan Jawa hingga Kaitannya dengan Mitos Ratu Kidul
Hal ini disampaikannya melalui akun Twitter @DokterTifa.
“Perkiraan Gempa dan Tsunami besar terjadi antara 20 Desember 2022 sd 23 Januari 2023. Titik kejadian belum diketahui karena ada 18 titik potensi, sesuai BMKG,” tulis dokter Tifa.
“Semua daerah siaga. Dan berdoa semoga Allah SWT melindungi kita semua dari marabahaya & malapetaka. Perkuat IRON DOME,” lanjutnya.
Dari pengikut akun Twitternya yang berjumlah sekitar 65 ribu orang, terdapat macam-macam tanggapan warganet.
Namun lebih banyak yang memberi respons negatif dan julid.
Karena banyak mendapat respons negatif, dokter Tifa kembali mengunggah sebuah tweet yang menyindir tentang IQ masyarakat.
“Mengingatkan orang-orang yang rerata IQ 78 memang tantangan luar biasa. Mengingatkan kebaikan dan kewaspadaan saja masih dijulidin. Mungkin karena soal IQ. Mari sini orang-orang IQ 78 silahkan komen sak karepmu,” tulis dokter Tifa.
Pernyataan dokter Tifa mengenai gempa dan tsunami sontak mendapat tanggapan dari Daryono sebagai Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami.
“Tidak benar kak, para ahli gempa belum bisa memprediksi hal ini,” ketik Daryono menanggapi prediksi gempa dan tsunami dari dokter Tifa.
Tak sampai di situ, dokter Tifa kembali mengunggah tweet yang kontroversial karena mencemooh teknologi gempa di Indonesia.
Diketahui bahwa yang bertanggung jawab atas masalah gempa di wilayah Indonesia adalah BMKG.
Baca Juga: Kritisi Proyek Ambisius IKN Jokowi, Dokter Tifa: Uang Tidak Punya
Menurutnya, saat ini teknologi sudah sangat maju tapi teknologi yang dapat memprediksi gempa belum ada.
Dokter Tifa bahkan mengatakan bahwa teknologi gempa sudah ketinggalan jaman hingga dua abad lamanya.
“Dunia menuju Metaverse Artificial Intelligence akan lampaui kecerdasan manusia. Technology on going to Singularity. Tetep prediksi gempa masih belum bisa dilakukan. Seakan teknologi gempa ketinggalan 2 abad dibanding teknologi lain. Buat saya ini tanda tanya besar,” tulis dokter Tifa.
Itulah tweet dokter Tifa pada Selasa (20/12/2022) pukul 19.01 WIB.
Akibat pernyataannya ini, ditemukan banyak pro dan kontra dalam kolom komentar.***

Share this article
Berikut sederet hal kontroversial yang dilakukan dokter Tifa dari memprediksi gempa dan tsunami sendiri hingga mencemooh teknologi BMKG.