Geliat Aktifnya Sesar Baribis, Peneliti : Terjadi 46 Kali Goncangan,yang Terakhir Jadi Penyebab Gempa Kuningan

Geliat Aktifnya Sesar Baribis, Peneliti : Terjadi 46 Kali Goncangan,yang Terakhir Jadi Penyebab Gempa Kuningan
Geliat Aktifnya Sesar Baribis, Peneliti : Terjadi 46 Kali Goncangan,yang Terakhir Jadi Penyebab Gempa Kuningan

AYOJAKARTA.COM - Keaktifan sesar Baribis kembali dikabarkan oleh para ahli menyusul gempa yang terjadi di Kabupaten Kuningan Kamis 22 Desember 2022.

Gempa bumi tektonik tersebut mengguncang wilayah Kabupaten Kuningan dengan kekuatan 3,8 SR.

Info terkini yang sampaikan oleh Daryono selaku Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, mengatakan bahwa gempa tersebut berada pada episenter dengan titik koordinat 6.99 LS dan 108.48 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 km BaratDaya Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Baca Juga: Pap untuk Pacar Jadi Bukti, Putri Candrawathi Tertangkap Menggunakan Gelang Seperti di Foto!

Kedalaman gempa tersebut tergolong dangkal karena hiposenternya berada pada 5km.

Berdasarkan data tersebut, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif.

Sesar yang menjadi penyebab terjadinya gempa bumi tersebut teridentifikasi sebagai sesar Baribis.

Hal ini disampaikan oleh Daryono melalui grup WhatsApp (22/12/2022).

Baca Juga: Febri Diansyah Siapkan Terompet Kemenangan, Tuduhan Terhadap Putri Candrawathi Rontok Satu per Satu?

"Diduga kuat Gempa Kuningan pagi ini dipicu aktivitas Sesar Baribis Segmen Ciremai," tulis Daryono melalui grup WhatsApp.

Daryono pun kembali menjelaskan dalam pernyataannya di grup WhatsApp potensi gempa yang diakibatkan oleh sesar Baribis ini.

"Daerah pusat gempa ini dilalui jalur Sesar Baribis. Tepatnya Segmen Ciremai. Segmen Ciremai memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum 6,5. Sesar ini juga memiliki laju pergeseran sesar 0,1 milimeter per tahun," tulis Daryono dalam grup WhatsApp.

Baca Juga: Tanggapan LPSK Soal Status Justice Collaborator Richard Eliezer yang Diragukan, Tepis Pernyataan Ahli Pidana

Lebih lanjut Daryono juga memberikan penjelasan antara sesar yang menjadi penyebab gempa bumi dengan sejarah gempa yang terjadi di Gunung Ciremai.

"Berdasarkan catatan sejarah, daerah tersebut sudah beberapa kali diguncang gempa tektonik, yaitu pada 1947, 1955 dan 1973 yang melanda daerah barat daya Gunung Ciremai dan sekitarnya.

Diduga karena berkaitan dengan struktur sesar aktif yang melintas di wilayah tersebut," tulis Daryono melalui grup WhatsApp.

Penjelasan dari Daryono tersebut senada dengan penjelasan pada laman vsi.esdm.go.id, dituliskan pada sebuah artikel dengan judul 'G. Ciremai - Sejarah Letusan'.

Baca Juga: Febri Diansyah Siapkan Terompet Kemenangan, Tuduhan Terhadap Putri Candrawathi Rontok Satu per Satu?

Dari catatan sejarah mengenai gempa bumi tektonik yang melanda Gunung Ciremai tersebut, dituliskan bahwa penyebab gempa bumi diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara - barat laut.

Selain itu pada tahun 1990 dan 2001 tercatat terjadi gempa bumi yang menyebabkan kerusakan pada bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat Gunung Ciremai, getarannya pun terasa sampai di desa Cilimus.

Fenomena paling baru yang terjadi di wilayah Gunung Ciremai itu pada November-Desember 2003.

Saat itu terjadi peningkatan kegempaan vulkanik dan tektonik diikuti dengan perubahan suhu mata air panas di Sangkan Hurip, suhu rata-rata 47-48°C naik menjadi 49,4°C.

Baca Juga: Nasib Ferdy Sambo Diujung Tanduk, Pakar hukum Pidana Jamin Ginting: Ada Perencanaan Pembunuhan dan Motifnya

Sesar Baribis memang telah lama diteliti oleh para ahli mengenai keaktifannya.

Salah satunya penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal ilmiah mengenai geologi yang diterbitkan oleh Universitas Padjadjaran atau Unpad.

Jurnal tersebut berjudul Analisis Kerentanan Gempa pada Jalur Sesar Baribis menggunakan Metode Microearthquake (MEQ) ini diterbitkan pada tahun 2020.

Berdasarkan jurnal tersebut Sesar Baribis terpantau aktif.

Baca Juga: Ada Apa dengan Shopee, Error Hari Ini?

Hal ini didasarkan pada seismometer atau alat yang digunakan untuk mendeteksi gempa bumi, selama 60 hari terjadi 46 gempa dari skala 0,1 Mw (ukuran dari besaran gempa bumi) hingga 3,2 Mw.

Kedalaman gempa terdangkal terjadi pada jarak 1 km hingga yang terdalam 85 km, namun sumber gempa dominan terjadi pada kedalaman 50 km.

Sebuah penelitian ilmiah yang berkaitan dengan gempa besar yang akan terjadi di Jakarta - Bogor ditulis oleh guru besar Fakultas Pertambangan dan Perminyakan ITB Sri Widiyantoro dan Team dan diunggah melalui YouTube Channel Harian Kompas (25/11/2022).

Penelitian ini menyebutkan bahwa pada saat ini Sesar Baribis terpantau aktif dan dapat menyebabkan bencana terjadi di DKI Jakarta.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# penyebab gempa
# Sesar Baribis
# Daryono
# Kuningan
# peneliti
# Jawa Barat

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.