AYOJAKARTA.COM--Prediksi BMKG tentang potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi di Indonesia pada libur Natal dan Tahun baru benar-benar terjadi.
Salah satu wilayah yang terdampak cuaca ekstrim adalah Selat Sunda dengan adanya gelombang tinggi dan angin kencang.
Cuaca ekstrem ini bahkan sempat membuat Pelabuhan Merak Banten menutup pelayanan penyeberangan pada Kamis (22/12/2022).
Baca Juga: Mobil Tercebur ke Laut di Pelabuhan Merak, Dua Penumpang Berhasil di Evakuasi
BMKG menghimbau kepada pihak pelayanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak Banten menuju ke Pelabuhan Bakauheni Lampung untuk selalu memantau perkiraan cuaca dari BKMG.
Diperkirakan cuaca ekstrem ini akan bertahan untuk beberapa hari ke depan bahkan hingga tahun baru.
Dari data yang didapat BMKG Kelas 1 Serang, perairan Selat Sunda, saat ini terjadi kecepatan angin mencapai 25 knot dengan ketinggian gelombang berkisar antara 1,5 - 2,5 meter.
Hal ini mengakibatkan kapal-kapal di Pelabuhan Merak Banten mengalami kesulitan untuk bersandar.
Penutupan layanan penyeberangan yang sempat dilakukan oleh Pelabuhan Merak Banten selama 5 jam mengakibatkan penumpukan kendaraan yang hendak menyeberang.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews pada Minggu (25/12/2022), Hartanto, Kepala BMKG wilayah II Banten menyampaikan tentang kondisi cuaca pada libur Natal dan Tahun Baru.
“Kondisi cuaca pada Natal dan Tahun Baru saat ini adalah akan didominasi oleh massa udara yang bergerak dari Eurasia menuju ke Australia. Kita sering menyebutnya adalah Angin Barat,” ujar Hartanto.
Karena adanya aktivitas Angin Barat itulah maka timbul cuaca ekstrem yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.
“Kondisi ini akan mendominasi cuaca hampir di seluruh wilayah Indonesia terutama bagian selatan. Kondisi ini akan dicirikan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan merata di atas panjang wilayah yang dilewatinya di Pulau Jawa,” kata Hartanto.
Cuaca ekstrem yang terjadi di Pelabuhan Merak Banten hanyalah salah satu contoh fenomena alam yang terdampak dari aktivitas Angin Barat.
Baca Juga: Buntut Tragedi yang Menyebabkan Korban Jiwa, Ketua Panitia Acara Tarik Tambang Resmi Jadi Tersangka
“Ini akan berdampak terhadap potensi-potensi kondisi cuaca ekstrem seperti yang kemarin terjadi di Pelabuhan Merak Penyeberangan Bakauheni, adalah salah satu yang terjadi kondisi dampak saat ini,” ujar Hartanto.
BMKG melalui Hartanto menyampaikan bahwa kondisi ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang akan bertahan beberapa hari ke depan bahkan hingga pergantian tahun.
Baca Juga: Jaksa Penuntut Umum Full Senyum Dengar Jawaban Ahli saat Jawab Pertanyaan Kuasa Hukum Ferdy Sambo
“Kami memantau bahwa kondisinya akan mampu bertahan dalam beberapa hari ke depan bahkan bisa melewati sampai dengan awal tahun 2023 nanti,” ungkap Hartanto.
Perkiraan cuaca yang disampaikan oleh BMKG dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat karena bisa menjadi acuan untuk melakukan mobilitas di saat libur Natal dan Tahun Baru.***

Share this article
Terjadi sejumlah fenomena yang membuktikan prediksi BMKG terkait dengan cuaca ekstrem sehingga masyarakat yang mobilitas bisa waspada