AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J masih terus menjadi topik utama hingga saat ini.
Kasus ini begitu melibatkan banyak pihak termasuk juga para ahli, salah satunya adalah pengacara bernama Ronny Talapessy.
Ronny Talapessy sendiri merupakan pengacara yang mengawal terdakwa Richard Eliezer dalam kasus ini.
Namun yang cukup menarik perhatian publik, Ronny Talapessy menjadi pengacara pro bono bagi Richard Eliezer.
Baca Juga: Tok! Harga Pertamax Turun Jadi Rp 12.800, Berlaku Mulai Siang Ini, Bagaimana dengan Pertalite?
Dimana istilah pengacara pro bono adalah pengacara gratis atau tidak dipungut biaya sama sekali dalam mengawal kasus seorang terdakwa.
Tentu saja keputusan Ronny Talapessy untuk menjadi pengacara pro bono bagi Richard Eliezer tersebut langsung mendapat banyak pujian dari publik.
Bahkan Ronny Talapessy sampai disebut-sebut malaikat tak bersayap dalam mega skandal kasus kematian Brigadir J ini.
Tidak hanya itu, dimata publik hubungan Ronny Talapessy dan Richard Eliezer tidak nampak seperti pengacara dan klien namun lebih seperti kakak dan adik.
Baru-baru ini Ronny Talapessy mengungkapkan sebuah fakta yang mencengangkan terkait kebohongan terdakwa Ferdy Sambo.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram @harsen821 pada Senin (2/1/22), dimana kebohongan terdakwa Ferdy Sambo tersebut terungkap hanya gara-gara sebuah tas Tumi milik Richard Eliezer.
Tas Tumi itu sendiri memang kerap digunakan oleh Richard Eliezer sebagai tempat untuk menyimpan senjata HS milik Brigadir J.
Hal tersebut dikatakan langsung oleh Ronny Talapessy, “Richard Eliezer ini kan punya tas Tumi ya? Dan sudah ia sampaikan bahwa di rumah Saguling ia menggunakan tas tersebut.”
Selanjutnya Ronny menuturkan jika senjata HS kepunyaan Brigadir J tersebut diserahkan kepada Ferdy Sambo.
Baca Juga: Soal Ricky Rizal dan Kuat Maruf Jadi Pelaku Pasif, Pengacara Brigadir J: Mereka Terlibat Aktif
“Senjata tersebut kemudian oleh Richard Eliezer diserahkan kepada Ferdy Sambo,” imbuh Ronny Talapessy.
Namun Ronny mengungkapkan jika tas tersebut tidak termasuk dalam barang bukti sehingga diserahkan oleh Richard kepada ayahnya, dan Ronny Talapessy melihat tas tersebut dipakai ayah Richard dalam suatu kesempatan.
“Saya Ketika ketemu sama orang tuanya, kita berkunjung ke Rutan Bareskrim Polri, tas Tumi tersebut dipakai oleh bapaknya,” ujar Ronny.
Richard Eliezer kemudian berinisiatif meminta kepada ayahnya untuk memeriksa kantong dalam tas tersebut barangkali karena biasanya ada jadwal SOP para ajudan.
“Pak coba saya lihat, di dalam kantong kecil itu kayaknya ada jadwal SOP dari para ajudan,” ujar Ronny seraya menirukan ucapan Richard.
Dan benar Richard Eliezer menemukan kertas informasi yang ia maksud masih berada di dalam kantong tas Tumi tersebut.
Dimana dalam kertas tersebut terdapat informasi tentang berbagai barang perlengkapan dan juga informasi senpi jenis Glock yang pernah disebut Richard dalam persidangan.
“Richard Eliezer menyampaikan bahwa di rumah Duren Tiga, Ferdy Sambo menembak Brigadir J dengan senjata glock yang selama ini ia bantah,” tambah Ronny.
Dari bukti baru yang ditemukan dalam secarik kertas tersebut kemudian Ronny Talapessy melakukan pengecekkan kembali pada salah satu Sespri dan didapatkan informasi jika benar Ferdy Sambo memiliki senpi jenis Glock.***

Share this article
Berikut campur tangan Tuhan yang membuat Ferdy Sambo ketahuan, berawal dari tas tumi terungkaplah senjata api.