AYOJAKARTA.COM - Tuntutan hukuman terhadap Ferdy Sambo dan pengikutnya telah selesai dibacakan JPU pada 17 Januari 2023 silam.
Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat menilai tuntutan yang dilayangkan JPU terkesan tidak adil dan dirasa ringan.
Martin Simanjuntak selaku pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat meyakini adanya gerakan bawah tanah Ferdy Sambo.
Ia mengamini pernyataan dari Menkopolhukam Mahfud MD bahwa ada 'gerakan bawah tanah' untuk mempengaruhi hasil tuntutan Ferdy Sambo.
Saking kesalnya atas hal itu, Martin menggunakan terminologi urban legend yaitu 'Setan', seperti dilansir Ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada (23/1/2023).
Dia (Martin Simanjuntak) mengatakan adanya kuasa dalam gerakan bawah tanah dengan menggunakan terminologi 'setan'.
"Setan itu kan nggak bisa kelihatan, tapi setan itu bisa gentayangan," tutur Martin.
Lanjutnya, Martin mengatakan sulit untuk membuktikan adanya 'invisible hand' dari gerakan bawah tanah tersebut.
"Setan itu bisa dilihat katanya kalo sama-sama sial, atau yang kedua setan itu bisa dilihat kalau dia memperlihatkan dirinya," kata Martin.
"Kalo kita menggunakan terminologi setan tersebut ya memang sulit untuk membuktikan," lanjutnya.
Menurut Martin, gerakan bawah tanah ini bertujuan bukan untuk meringankan hukuman Ferdy Sambo saja, tapi juga istri dan para ajudan yang lain selain Bharada Richard Eliezer.
Dia menyebut bahwa Ferdy Sambo memiliki uang dan networking yang loyal terhadap dirinya. Sehingga, bukan tidak mungkin orang-orang yang loyal terhadap Ferdy Sambo melakukan semua hal untuk mempengaruhi hasil tuntutan.
Martin juga menyinggung buku hitam yang selalu dibawa oleh Ferdy Sambo. Dikatakannya bahwa buku hitam tersebut berisi banyak informasi mengenai hutang seseorang baik materiil maupun immateriil.
Dikaitkan dengan hal tersebut, Martin mempertanyakan apakah hanya ada satu jenderal bintang satu yang diduga bergentayangan atau justru mantan jenderal yang bintangnya lebih dari satu yang ikut membantu meringankan tuntutan Ferdy Sambo dan istrinya.***

Share this article
Martin SImanjuntak kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua menyebutkan bahwa ada gerakan bawa tanah Ferdy Sambo dan ungkit buku hitam