AYOJAKARTA.COM – Tak terasa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 semakin dekat.
Kini, beberapa tokoh politik di Indonesia tengah digadang-gadang untuk menjadi calon presiden tahun 2024.
Salah satu tokoh politik yang kini diunggulkan untuk maju dalam Pilpres 2024 adalah Anies Baswedan.
Anies Baswedan adalah seorang tokoh politik dan juga Mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini sedang digadang-gadang untuk menjadi calon presiden.
Di tengah pamor tinggi Anies Baswedan yang kini akan menjadi calon presiden dalam Pilpres 2024 mendatang, muncul isu yang menyeret namanya.
Isu tersebut rupanya tidak hanya menyeret namanya saja, tapi juga nama ketua umum Partai Gerindra, yakni Prabowo Subianto.
Diketahui, isu tersebut menyebut bahwa ada perjanjian politik antara Anies dengan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Upaya Akhir Richard Eliezer, Sebut LPSK Rekomendasikan Status JC Dihukum Ringan!
Isu ini ramai usai Sandiaga Uno mengungkapkannya dalam sebuah acara podcast.
Namun, mengenai adanya isu tersebut dibantah oleh perwakilan tim kecil Anies, yaitu Sudirman Said.
Menurutnya tidak masuk akal apabila Anies dilarang maju untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden.
“Tidak masuk akal ada perjanjian yang mengatakan bahwa dia dilarang maju menjadi calon presiden sampai dengan tahun tertentu,” ucapnya, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV pada Sabtu (4/2/2023).
Sudirman Said mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Anies adalah tentang komitmen moral.
“Karena yang disampaikan oleh pak Anies pada waktu itu adalah komitmen moral, bukan soal legal atau tidak legal, bukan soal perjanjian legal tapi lebih ke komitmen moral sebagai orang yang diusung oleh pak Prabowo,” katanya.
Saat ini, Anies belum memiliki pasangan untuk menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2024 mendatang.
Kini partai Nasdem pun menargetkan nama bakal calon wakil presiden pendamping Anies di Pilpres 2024 bisa diumumkan sebelum bulan Ramadan.***

Share this article
Di tengah pamor tinggi Anies Baswedan yang kini akan menjadi calon presiden dalam Pilpres 2024 mendatang, muncul isu yang menyeret namanya.