AYOJAKARTA.COM - Gempa Megathrust menjadi salah satu ancaman nyata yang menghantui Pulau Jawa bagian selatan selama ini.
Keberadaan zona subduksi Megathrust di laut selatan pesisir Jawa menjadi ancaman besar akan potensi terjadinya fenomena kegempaan yang mengancam kehidupan masyarakat.
Hingga saat ini juga, gempa Megathrust masih menjadi salah satu ancaman terbesar ebagai penyebab fenomena kegempaan di Indonesia.
Baca Juga: Gejolak Salah Satu Zona Megathrust dalam 2 Dekade Terakhir hingga Renggut 550 Jiwa
Seperti yang telah diketahui, gempa Megathrust juga merupakan salah satu jenis bencana alam di Indonesia yang sudah berulang kali terjadi.
Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengunggah artikel ilmiah yang ditulis oleh Dr. JAYA MURJAYA, Msi.
Artikel yang berjudul “BENCANA GEMPABUMI SESAR AKTIF VERSUS MEGATHRUST DI SELATAN JAWA BARAT” membahas tentang fenomena kegempaan yang terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang.
Baca Juga: Wow! BMKG Temukan 13 Zona Gempa Megathrust yang Berpotensi Tsunami 34 Meter, Mana Saja?
Dikutip AyoJakarta.com dari situs resmi BMKG, ternyata gempa Megathrust pernah mengguncang wilayah Jawa Barat dalam kurun waktu 20 tahun ke belakang.
Gempa Megathrust itu mengguncang dengan kekuatan M7,7 dan telah memicu terjadinya gelombang tsunami.
“Dalam kurun waktu 2 dekade terakhir wilayah Jawa Barat bagian selatan pernah dilanda gempabumi megathrust “Pangandaran” yang terjadi pada tanggal 17 Juli 2006 (M 7.7) memicu tsunami.”
Akibat dari terjadinya gempa megathrust tersebut, dikabarkan lebih dari 500 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka karena diterjang tsunami di pantai selatan pulau Jawa.
“Diberitakan 550 orang meninggal, ratusan orang luka-luka di daerah pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah akibat hantaman tsunami.”
Tsunami yang terjadi akibat gempa Megathrust tersebut menghantam beberapa pantai yang memanjang dari wilayah Pangandaran hingga Parangtritis Yogyakarta.
“Tsunami menghantam pantai Pangandaran, pantai Kebumen, pantai Cilacap, pantai Samas dan pantai Parang Tritis Yogyakarta.”
Sementara itu, ketinggian atau run-up dari gelombang tsunami diperkirakan berapa pada ketinggian sekitar 1-6 meter.
Sedangkan untuk inudasi atau jarak tempuh dari laut ke darat pada gelombang tsunami Megathrust ini mencapai angka 400 meter.
“Run-up tsunami diperkirakan ±1-6 meter dan inundasinya ±100-400 meter.”***

Share this article
Ternyata gempa Megathrust pernah picu terjadinya tsunami dari Pangandaran hingga Parangtritis, mencapai tinggi gelombang sekitar 1-6 meter.