AYOJAKARTA.COM - Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid menduga salah satu penyebab biaya haji membengkak karena adanya komponen haji yang harganya sengaja dinaikkan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Abdul Wachid dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VIII DPR RI bersama Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Dirut PT Garuda Indonesia, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI serta Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Pelaksana Haji (BPKH) yang digelar pada Kamis (9/2/2023).
Salah satu komponen haji yang dimaksud oleh Abdul Wachid adalah harga biaya pembelian gelang haji.
Dirinya menyebut bahwa Kementerian Agama (Kemenag) menaikkan harga gelang haji per paketnya hingga 5 kali lipat dari harga asal yakni Rp 5 ribu.
Baca Juga: DPR: Soal Ongkos Naik Haji BPKH Hanya Jadi Kasir Kemenag, Sebaiknya Bubar!
Dalam data yang tertulis, Abdul Wachid menyebutkan bahwa harga gelang haji yang dianggarkan oleh Kemenag mencapai Rp 30 ribu ditambah biaya glasir Rp 5 ribu.
Abdul Wachid yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah memperoleh informasi harga asli gelang haji dari salah satu produsen komponen tersebut yang ada di kampung halamannya.
"Saya ini orang Jepara, dari dulu sampai sekarang yang bikin gelang haji itu orang Jepara, kampung saya," ungkap Abdul Wachid dikutip AyoJakarta.com dari YouTube DPR RI pada Jumat (10/2/2023).
"Saya sudah undang mereka dan saya tanya, berapa biaya gelang haji, mereka jawab dikasih harga Rp 5 ribu. Tapi oleh Kementerian Agama gelang itu dihargai Rp 30 ribu," imbuhnya.
Baca Juga: Biaya Haji Naik, Komisi VIII DPR RI Angkat Bicara: Sarapan Pagi Itu Mubazir
Menurutnya, jumlah kenaikan harga komponen haji yang tak wajar seperti itu jelas berimbas kepada kenaikan biaya haji.
Abdul Wahid menyampaikan bahwa dalam data terkait komponen gelang haji yang jumlahnya mencapai 221.000 jemaah, dianggarkan Kemenag menelan biaya hingga Rp 7 miliar.
Pasalnya jika harga gelang sesuai dengan harga aslinya, maka biaya yang dianggarkan hanya sekitar Rp 1 miliar.
Baca Juga: Biaya Haji 2023 Naik, Calon Jemaah Menjerit, Komisi VIII DPR RI Berupaya Turunkan Proporsi
Ia pun meminta pihak-pihak terkait untuk mengusut siapa tender yang mengurusi soal pembelian gelang haji tersebut.
"Rp 1,2 miliar pak untuk gelang. Ini mohon dikoreksi vendornya siapa, orang Kemenag sendiri atau siapa," ungkapnya.
"Kalau saya hitung Rp 7 miliar pak. Ini soal kecil, tapi tadi saya sampaikan, saya pengusaha dari kecil saya hitung," ujarnya lagi.
Diketahui sebelumnya pada 19 Januari 2023 lalu, Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI memberikan usulan anggaran biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 1444 H/ 2023 M sebesar Rp 69.193.733 per jemaah.
Berdasarkan surat B016/MA/haji.303/01/2023 tanggal 18 Januari 2023 perihal usulan BPIH reguler dan khusus tahun 1444 H/2023 M diusulkan komponen BPIH Rp98,893 juta.
BPIH tersebut terdiri atas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Rp 69,193 juta atau 70 persen yang dibayarkan jemaah.
Kemudian nilai manfaat sebesar Rp 29,7 juta atau 30 persen.
"Komponen yang dibebankan langsung kepada jemaah haji kami menjelaskan dengan asumsi pemerintah mengusulkan biaya rata-rata besaran Bipih tahun 2023 sebesar Rp 69,193 juta," ucap Yaqut.***

Share this article
Anggota Komisi VIII DPR RI mengungkapkan salah satu penyebab naiknya biaya haji, benarkah gara-gara hal ini?